Thursday, January 3, 2008

ORANG-ORANG KUDUS DI DALAM PERJANJIAN BARU

Teologi Protestant Universal Invisible Church menganggap seseorang sebagai orang kudus pada saat individu tersebut diselamatkan dari neraka. Hal ini sungguh tidak sepantasnya; dan mengangkat definisi ini seterusnya menyetujui kesalahan berat dengan konsekuensi keras yang akan membawa kepada lebih kesalahan aplikasi untuk kebenaran lain di dalam Firman.

1. Istilah ‘orang-orang kudus’ yang didapati di dalam Perjanjian Baru tidak pernah digunakan untuk menggambarkan seseorang di luar gereja Tuhan. Sebaliknya, istilah ini selalu digunakan untuk menggambarkan anggota gereja Tuhan, tubuh Kristus dimana Roh Kudus berdiam (lihat 1Kor 3:16 & 2Kor 6:16).
1Korintus 14:33 ~ “Sebab Tuhan tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.”
Efesus 4:12 ~ “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” (ini merujuk kepada persekutuan lokal di Efesus)

2. Orang-orang kudus (dalam bahasa Yunani = hagios) berarti ‘kudus’ atau ‘orang-orang yang kudud.’ Ini adalah kata bahasa Yunani yang sama untuk ‘kudus’ seperti di Roh (pneuma) Kudus (hagios). Oleh sebab itu, ‘orang-orang kudus’ dianggap sebagai seseorang yang disucikan (hagiosmos - dikuduskan) oleh kuasa Roh Kudus. Anggota gereja Tuhan yang sesungguhnya disucikan di dalam hubungan Perjanjian DI DALAM KRISTUS (di dalam tubuhNya, gereja dimana Roh tinggal), dan oleh sebab itu disebut ORANG-ORANG KUDUS (hagios, yang kudus).
1Korintus 1:2 ~ “Kepada jemaat Tuhan di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.” (Lihat juga 1Kor 6:11)
Roma 1:7 ~ “Kepada kamu sekalian yang tinggal di Roma, yang dikasihi Tuhan, yang dipanggil dan dijadikan orang-orang kudus: Kasih karunia menyertai kamu dan damai sejahtera dari Tuhan, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus.” (Catatan: Paulus berbicara kepada anggota gereja di Roma)
2Korintus 1:1 ~ “Dari Paulus, yang oleh kehendak Tuhan menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Tuhan di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.” [Catatan: Korintus adalah pelabuhan di propinsi Akhaya di mana gereja Alkiabiah berada]
Efesus 1:1 ~ “Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Tuhan, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.
Efesus 2:19 ~ “Demikianlah (di dalam hubungan Perjanjian Baru DI DALAM KRISTUS - dalam konteks dari ayat 13) kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga (dari kewarganegaraan yang sama) dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Tuhan.”
Filipi 1:1 ~ “Dari Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken.” (Catatan: Pesan ini juga ditulis untuk saudara-saudara dari gereja di Filipi.)
Kolose 1:2 ~ “Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan, Bapa kita, menyertai kamu.”

3. Bandingkan dua kumpulan berikut dan teliti bagaimana kata “gereja” dan “orang-orang kudus” digunakan kedua kelompok dari pasal-pasal dan perhatikan dengan seksama bagaimana kedua kata “gereja/jemaat” dan “orang kudus” digunakan bergantian:
a. Kisah Para Rasul 8:1; 1Kor 15:9 & Gal 1:13 – dimana ‘gereja/jemaat Tuhan’ digunakan.
b. Kisah Para Rasul 9:13; 26:10 – dimana ‘orang-orang kudus’ digunakan.

Kisah Para Rasul 8:1 ~ “Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap gereja di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.”
1Kor 15:9 ~ “Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, sebab aku telah menganiaya gereja Tuhan.”
Gal 1:13 ~ “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya gereja Tuhan dan berusaha membinasakannya.”
Kisah Para Rasul 9:13 ~ “Jawab Ananias: "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.”
Kisah Para Rasul 26:10 ~ “Hal itu kulakukan juga di Yerusalem. Aku bukan saja telah memasukkan banyak orang kudus ke dalam penjara, setelah aku memperoleh kuasa dari imam-imam kepala, tetapi aku juga setuju, jika mereka dihukum mati.”

4. Paulus, anggota gereja Tuhan yang menganggap dirinya sebagai orang kudus.
Efesus 3:8 ~ “Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu.”

5. Yesus adalah Raja orang-orang kudus.
Wahyu 15:3 ~ “Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Tuhan, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Tuhan, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa (orang kudus)!”


Catatan kaki:
Di dalam Perjanjian Lama, “orang-orang kudus” berarti "yang dipisahkan" untuk pekerjaan kudus. "Orang-orang kudus" adalah kata yang digunakan untuk malaikat (Ul 33:3; Maz 89:5-7; Ayub 15:15) dan orang kudus (Maz 16:3; 34:9; Im 11:44,45; 19:2; 20:26; Bil 15:40; 16:3; 2Taw 35:3; Dan 8:24). Sebagai contoh, Harun disebut "orang kudus Yahweh (YHVH)" (Maz 106:16). Daniel menggunakan istilah Aram yang sepadan - intensif dari akar yang sama, "suci" untuk merujuk kepada "orang kudus." (Dan 7:18,21, 22,25,27), untuk Israel yang benar dari Masa Akhir "yang memiliki kerajaan."

UMAT PERJANJIAN TUHAN

Keluaran 4:21-23, I Korintus 17:21-22
“Aku adalah Tuhanmu dan kamu adalah umatKu”

Pendahuluan
Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan yang kekal. Tujuan ini melibatkan melibatkan Tuhan berdiam di dalam manusia dalam sebuah hubungan intim yang spesial yang disebut Perjanjian. Oleh karena perjanjian inilah, maka manusia dapat dibenarkan di hadapan Tuhan sehingga setiap langkah, penyembahan dan pelayanan mereka dapat menyenangkan dan berkenan di hadapan Tuhan. Usaha manusia untuk mendekati Tuhan di luar Perjanjian ini adalah dengan mendirikan kebenaran mereka sendiri, bukannya takluk kepada kebenaran Tuhan. Usaha ini adalah kesia-siaan, karena kesungguhan mereka tanpa pengertian yang benar tentang Tuhan – Roma 10:1-3

Pelayanan diberikan ke bangsa pilihan Tuhan, Israel (Keluaran 4:21-23; 6:1-8; 19:4-6)
Tiga bulan setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir dan tiba di Sinai adalah permulaan dari masa historikal Tuhan mengadakan perjanjian dengan bangsa Israel. Musa diutus untuk menggenapi perjanjian ini (sebagai perantara) antara YHWH dan bangsa Israel, keturunan Abraham (Ulangan 34:10-11). Seluruh isi kitab Keluaran berkenaan dengan Perjanjian Kerajaan yang diberikan kepada bangsa Israel dan pengajaran tentang kerajaan yang akan datang.
Harapan-harapan akan Perjanjian ini terdapat di Keluaran 19:5,6. Jika …., maka…
Syarat-syarat harus dipenuhi sebelum janji-janji tersebut digenapi. Bangsa Israel telah diperingatkan untuk menjaga perjanjian melalui hubungan iman yang hidup – untuk setia kepada Tuhan dalam hubungan ikatan perjanjian. Ketaatan seperti itulah yang membuat mereka spesial – Keluaran 19:5b. Mereka adalah “Harta Milik yang paling Berharga” (Ulangan 7:6; 14:2, 21;26:17; Maleakhi 3:17).
Berdasarkan hubungan perjanjian iman mereka dengan Tuhan, bangsa Israel menjadi bangsa yang terpilih untuk melayani Tuhan sebagai “Kerajaan Imam” (“Imamat Rajani” bagi Tuhan) – Keluaran 19:6. Fungsi dari keimaman kudus ini berbicara tentang seorang raja dengan imam-imam yang tunduk kepada perintah Tuhan. Melalui bangsa Yahudi perjanjian, segala bangsa akan diberkati – Kejadian 12:1-3; Yesaya 60:1-3)
Pengesahan perjanjian ini dibuat berdasarkan dukungan komitmen yang disepakati bersama seperti yang diharapkan. (Keluaran 19:8; 24:4-8)

Pelayanan masih milik bangsa Israel (Roma 9:1-5)
Dalam masa pelayanan Tuhan Yesus, hanya sebagian kecil dari bangsa Israel yang masih setia dan memegang perjanjian dgn Tuhan. Sisanya (sebagian besar) diputuskan karena ketidakpercayaan mereka (iman yang tidak kekal) – Roma 11:1-10. Bangsa non-Yahudi yang taat akan dicangkokkan ke sisa bangsa Israel Perjanjian (Keluaran 11:11-20)

Bangsa Israel pada awal perjalanan perjanjian dengan Tuhan.
Tuhan menggambarkan bangsa Perjanjian pilihan Israel pada mulanya sebagai:
1. Pokok anggur pilihan -- Yesaya 5:2
2. Pokok anggur pilihan, benih yang sungguh murni -- Yeremia 2:21a
3. Domba -- Mazmur 78:51,52; 79:13 (80:1); 100:1-3; Yesaya 53:6; 63:17-19.

Perjanjian yang Terputus
Karena dosa dan pemberontakan umat Perjanjian Tuhan, Tuhan memberikan mereka hukum-hukum sehingga mereka dapat menyadari dosa ketidaktaatan mereka, kembali kepada Tuhan melalui pertobatan, mencari pengampunan dan kemudian berjalan dalam iman kembali pada hubungan perjanjian. Hukum itu adalah untuk kebaikan umatNYA selama mereka berespon sesuai dengan yang dimaksud - Galatia 3:19,24. Sayangnya, banyak dari mereka tidak merespon dengan benar. Mereka melanggar hukum dan berdosa, memutuskan perjanjian dengan Tuhan dengan ketidaktaatan yang disengaja dan pemberontakan. Kutuk dari dosa (memutuskan perjanjian dengan Tuhan) mengakibatkan hukuman dan akhir dari hukuman itu adalah kematian spiritual (Kejadian 2:17; Roma 6:23) . Melalui ketidaktaatan dan dosa yang terus menerus, bangsa perjanjian Tuhan memutuskan perjanjian yang telah mereka buat dengan Tuhan di kaki gunung Sinai. Sangatlah menyedihkan bagi Tuhan untuk melihat umatNYA berjalan dalam kesombongan dan mengandalkan diri sendiri, tidak berjalan dalam perjanjianNYA - Yesaya 1; Yeremia 3:6-14. Jadi, Tuhan tidak lagi menganggap mereka sebagai umatNYA karena mereka telah meninggalkan Tuhan – Ibrani 8:9.

Israel dan Akibat dari Pemutusan Perjanjian dengan Tuhan
Cara Tuhan menjelaskan bangsa yang tidak taat:
1. Yeremia 2:21b- “pohon anggur busuk dan pohon anggur liar”
2. Hosea 10:1,2 – “pohon anggur yang riap tumbuhnya , yang menghasilkan buah” à sesuai dengan Roma 10:1-3
3. Yeremia 50:6 – “domba yang hilang”

Tuhan Menghukum UmatNYA dengan Ganjaran - Ibrani 12:5-13
1. Imamat 26:33-38 – tercerai berai
2. Bilangan 14:11,12 – sakit penyakit
3. Ulangan 9:6 – milik pusaka yang diambil
4. Ulangan 28:25,48; 32:28 – terpukul kalah oleh musuh
5. 2 Raja-raja 17:13,14,19,21 – umat yang tegar tengkuk dan berdosa
6. 2 Tawarikh 36:14 – mencemarkan Tabernakel Tuhan
7. Yesaya 42:18,19 – tuli dan buta
8. Yeremia 2:7 – mencemarkan tanah Tuhan
9. Yeremia 5:11 – umat yang tidak setia
10. Yeremia 32:20 – membangkitkan murka Tuhan
11. Yehezkiel 7:25 – ketakutan , tidak ada damai
12. Mikha 7:13 – bumi yang tandus
13. Tertawan - 2 Raja-raja 21:11-15; Yesaya 39:6; Yeremia 4:7; 9:16; 12:7; 13:19-21; 15:2-5,14; 17:4; 24:8-10; 25:8-9; 32:4,5; 34:1-3,21; 38:1-3; Yehezkiel 5:12,14-16; 12:10-12,15.

Tuhan Menjanjikan Perjanjian yang Baru dan Lebih Baik
Semua hukuman dan ganjaran pada bangsa pilihan yang dikasihi Tuhan terjadi karena mereka memutuskan perjanjian yang mereka buat dengan YHWH. “Semua yang Tuhan telah katakan, kami akan lakukan dan taat,” mereka telah mengakuinya dan Tuhan menyatakan, “Aku akan menjadi Tuhanmu dan kamu akan menjadi umatKU.” Tetapi, begitu cepat mereka berbalik dari ucapan mereka dan memutuskan perjanjian! Mereka menjadi tandus, mandul, terbuang dan ditinggalkan tanpa pimpinan Tuhan. Pemazmur yang melihat tangan Tuhan, meratapi ganjaran Tuhan dan memohon agar Tuhan kembali dan mengunjungi pohon anggur. (Mazmur 80:7-19)
Terlepas dari ketidaksetiaan mereka, Tuhan yang penuh belas kasihan (Ibrani 8:12), telah berjanji untuk mengadakan Perjanjian baru dengan umat Israel – Yer 31:31-34 (lihat Ibrani 8:6-13; 10:9-25)

Tuhan Menjawab dan Mengunjungi Israel Setelah 400 Tahun Kesunyian
Setelah nabi Perjanjian Lama terakhir telah tiada, Tuhan tetap diam dan tidak berbicara sepatah kata pun pada Israel selama 400 tahun. Apakah Tuhan melupakan mereka? Tidak! Tuhan itu setia; Ia akan menepati janjiNYA - Ia tidak bisa berbohong! Tuhan mengingat tangisan para pemazmur (Mazmur 80:7-19)! Penantian panjang Israel akan datangnya Tuhan akhirnya tiba - Lukas 1:67-73; 19:41-44. Tuhan bahkan datang mengunjungi mereka- dalam rupa manusia Yesus sang Mesias untuk menggenapi janjiNYA akan hubungan perjanjian baru dengan mereka (Yeremia 31:31-34). Tuhan itu setia dan IA tidak pernah mengingkari janjiNYA. Tetapi, setelah yang Tuhan telah lakukan untuk umat perjanjianNya, Israel (1Tawarikh 17:21,22), hanya sebagian kecil yang tetap tinggal di dalam perjanjian ketika Yesus datang. Orang-orang inilah yang disebut Israel sejati. Sedangkan sebagian lainnya tinggal di luar perjanjian dalam ketidakpercayaan. (Roma 9:6-8 à Gal 4:28)

Yesus Datang untuk Menggenapi Janji Tuhan akan Perjanjian Baru dengan Kaum Israel – Yeremia 31:33
Oleh anugrah Tuhan, Kristus datang untuk mematahkan setiap kutuk hukum Taurat atas dosa – Kisah Para Rasul 3:25-26; Galatia 3:13.
Kristus sebagai perantara dari Perjanjian Baru – Ibrani 8:6-9,13; 9:15
Kristus, keturunan Abraham, datang untuk menebus/memerdekakan bangsa perjanjian dari belenggu dan kutuk hukum Taurat dan menawarkan mereka sebuah hubungan Perjanjian Baru. Tuhan menginginkan supaya Israel dipulihkan dalam hubungan perjanjian dalam DIA melalui anakNYA dan supaya mereka sekali lagi menjadi saksiNya di dalam dunia, menarik semua bangsa pada pengenalan keselamatan akan Tuhan dan Juru Selamat yang Benar dan untuk ambil bagian dalam hubungan perjanjian dan berkat-berkat dalam Mesias – Galatia 4:4,5.

Untuk Siapa Kristus, Yang Diutus, Datang untuk Mencari ?
Matius 15:21-24; Matius 10:1-7; Lukas 19:10 – Domba terhilang dari kaum Israel, mempelai perjanjian yang terasing- umat yang diselamatkanNya. Sebelum Yesus memulai pelayananNya, Yohanes Pembaptis, pendahulu Kristus telah terlebih dulu datang, memanggil umat perjanjianNya untuk bertobat – Matius 3:1. Setelah Yesus dibaptis oleh Yohanes, Ia memulai pelayananNya, juga untuk memanggil bangsa perjanjian untuk melakukan hal yang sama – Matius 4:17. Perhatikan bahwa Kerajaan yang akan Datang sudah disebutkan.
Untuk apa mereka bertobat? Untuk dosa ketidaktaatan dan ketidaksetiaan mereka terhadap Tuhan Perjanjian Israel. Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus Kristus datang untuk memanggil Israel pada pertobatan dan untuk kembali pada perjanjian dan hubungan dengan Tuhan mereka; untuk dipulihkan dalam Perjanjian yang telah mereka putuskan. Tuhan sungguh-sungguh menginginkan mereka untuk bertobat dan kembali kepadaNya – Kisah Rasul 3:25,26; Roma 1:16; Matius 18:11-14.
Sebelum pelayanan Yohanes Pembaptis dan Yesus, tidak banyak orang saleh Yahudi Perjanjian Lama yang tetap setia mencari Mesias (misal: Zakharia, Simeon, Ananias, Hana, Yusuf Arimatea). Tetapi, Yesus datang untuk mencari buah iman dari seluruh bangsa – Lukas 13:7. Apakah Ia menemukannya? Kebanyakan dari mereka menolak Yesus sebagai Mesias – Yohanes 1:11. Hanya sebagian kecil (sisa) dari bangsa itu merespon pada panggilan pertobatan dan kesetiaan. Beberapa dari sisa ini adalah mereka yang merespon pengajaran Yohanes Pembabtis (Matius 4:17-22; Yohanes 1:35-45) sebelum Yesus memulai pelayananNya. Yohanes mempersiapkan umat ini untuk Mesias - Lukas 1:13-17.

Apa yang terjadi terhadap sebagian lainnya dari bangsa Israel?
Sebagian besar dari mereka menolak untuk percaya. Mereka tetap tidak taat dan terpisahkan dari Tuhan Perjanjian mereka. Beberapa mengikut Mesias dengan motivasi tersembunyi atau egois, tetapi tidak bertahan lama – Yohanes 6:26. Yang lainnya jatuh karena kurangnya ketekunan iman di dalam masa-masa sukar, perlawanan yang meningkat dan penganiayaan dari pemimpin Yahudi yang tidak percaya – Yohanes 6:66-69; 9:22; 12:42,43; 16:1-6. Mereka yang tidak berbuah dan tidak taat akan dicampakkan – Matius 8:5-13; Yohanes 15:1-11; Roma 11:20 – diputuskan (dari hubungan perjanjian – tetapi tetap diselamatkan)
Dapatkah Tuhan mencangkokkan mereka kembali lagi? Ya, tetapi dengan syarat bahwa mereka bertobat dari ketidakpercayaan mereka (apistia, ketidaksetiaan) - Roma 11:23. Ini adalah pesan sebenarnya dari Yohanes Pembaptis dan Yesus datang untuk mengajarkan pertobatan (Matius 3:1; 4:17,23).
Di dalam masa Perjanjian Lama, pemimpin dan nabi yang tidak jujur membawa bangsa Israel menyimpang dari Tuhan dan menjadi “domba yang hilang” – Yeremia 10:21; 23:11-15; 50:6; Yesaya 56:10-12; Yehezkiel 34:7-12. Ketika Yesus, Gembala yang Baik datang, Ia mencari domba-dombaNya yang “hilang” (menyimpang– tetapi masih selamat)” untuk kembali kepadaNya – Matius 18:12,13; Roma 9:5; Lukas 19:10; 1Petrus 2:25; Yohanes 10:11-13. Tetapi, kumpulan pemuka agama Farisi, Saduki, dan imam kepala yang ada pada masa itu juga menyesatkan bangsa itu dengan memutarbalikkn mereka dari Yesus di dalam ketidakpercayaan melalui hukum manusia dan adat istiadat – Matius 15:1-3,7-9,12-14; 23:1,2,13-39 (Roma 10:1-4).
Kecuali sedikit dari mereka yang setia mengikut Yesus sebagai Mesias, sisanya tetap sama – tidak taat, tidak setia, dan tidak berbuah! Ingat Yesaya 5:1,2; Yeremia 2:21,22? Tuhan dalam rupa Yesus Mesias datang, mengunjungi anggur pilihanNya, mempelai wanitaNya, domba-dombaNya, tetapi mereka menolakNya – Yohanes 1:11; 10:25-27. Akhirnya, bangsa Israel tidak lagi menjadi domba perjanjian Tuhan.

Umat yang Tersisa
Marilah kita melihat lebih dekat kepada beberapa yang mengikut Yesus sebagai Mesias. Mereka adalah sedikit dari bangsa itu yang setia, domba perjanjian yang sejati, sisa dari bangsa Israel yang menyerahkan hidupnya kepada Tuhan Yesus Kristus, Gembala yang Agung, percaya dan mengikut Dia dalam iman, memasuki hubungan perjanjian yang baru dengan Tuhan dan Kristus, menerima baptisan yang Alkitabiah (Roma 11:1-5). Mereka ini adalah “ranting-ranting” dari seluruh bangsa Israel yang tinggal di dalam pokok anggur sedangkan ranting-ranting yang tidak percaya akan dipatahkan (Yohanes 1:12; 15:1-5). Mereka akan menjadi umat perjanjian Tuhan yang baru.

Umat Perjanjian Baru yang Dipersiapkan Oleh Yohanes Pembaptis.
Sebelum Yesus memulai pelayanannya, Yohanes Pembaptis diutus Tuhan untuk mempersiapkan Umat Tuhan bagi Yesus Kristus (Markus 3:1-3; 4:4,6; Matius 17:10-13). Pelayanannya diberitakan oleh malaikat Tuhan (Lukas 1:13-17; Markus 1:1-4). Ia mempersiapkan bangsa Israel untuk Yesus, memberitakan bahwa kerajaan Tuhan sudah dekat dan bahwa Kristus adalah Raja atas kerajaan kekal. Ia memberitakan pesan dan baptisan pertobatan (Matius 3:2; Markus 1:4; Lukas 3:3), membaptis mereka-mereka yang sungguh-sungguh bertobat (Matius 3:7-10).
à Kekuasaan ilahi Yohanes dipertahankan (Yohanes 1:6,33; Matius 3:13-17; 21:23-27; Lukas 7:28-30)

Organisasi Dari Perkumpulan Perjanjian Baru yang Pertama – Ekklesia Milik Kristus
Yesus mengorganisasi umat Perjanjian Baru yang pertama dari murid-murid Yahudi yang Yohanes Pembaptis telah persiapkan. Ini terjadi pada awal pelayananNya tidak lama setelah Ia datang ke Galilea untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Murid-murid yang adalah sisa-sisa bangsa Israel yang percaya bahwa Yesus adalah Mesias inilah yang disusun menjadi Gereja Perjanjian Baru yang pertama (Ekklesia). (Gereja mula-mula bukanlah gereja Katolik Roma!)

Marilah kita melihat beberapa kejadian sebelum gereja mula-mula:
· Yohanes 1:37-19 (v. 29-36) – Disini, dimulai dari Betania, mereka menerima Yesus sebagai Tuan atau Rabi. Perhatikan nama-nama dari murid-murid Yohanes yang mengikut Yesus (Yohanes 1:40-47 – Andarieas, Petrus, Filipus, Natanael, Yohanes). Murid-murid ini yang menjadi murid-murid Kristus – Yohanes 1:41-2:2 (untuk pertama kalinya sebutan ”murid-muridNya” dipakai). Diduga bahwa dengan segera Kristus menyusun murid-murid ini ke dalam Ekklesia Perjanjian BaruNya. Sebutan ”murid-muridNya” yang selanjutnya terdapat dalam Yohanes 2:11.
· Yohanes 2:13-17 – Murid-murid Kristus masih mengikut Dia dan diajar olehNya.
· Yohanes 4:1,2 – Murid-muridNya melayani Dia (memuridkan dan membaptis murid-murid yang lain). Hanya gereja yang mempunyai otoritas ini!
Yohanes mengenali murid-muridnya yang meninggalkan dia untuk mengikut Mesias sebagai ”mempelai wanita” yang adalah milik Mesias (Yohanes 3:27-30; Markus 2:18-20; II Korintus 11:2; Efesus 5:21-33; Wahyu 19:6-9)
· Matius 4:1-18-23 (Markus 1:16-20) – Di Galilea, Yesus memanggil murid-muridNya untuk menyerahkan hidupnya.
· Lukas 6:12,13 – Kristus menunjuk rasul-rasul dalam gerejaNya dan memberi kuasa untuk mengabarkan Injil dan mendemonstrasikan kuasa zaman kerajaan Tuhan.

Tanda-tanda Gereja Perjanjian Baru Di Bumi
1. Kristus adalah pendiri dan batu penjuru gerejaNya (Matius 16:18 –dijanjikan perlindungan ilahi; IKorintus 3:11; Efesus 1:22,23;2:20).
2. Kristus adalah Kepala dan Imam Besar dari Gereja Perjanjian Baru (Kolose 1:18; Ibrani 10:19-27).
3. Gereja Perjanjian Baru dibangun di atas prinsip Alkitabiah dan pola dari otoritas yang benar; dan membedakan dirinya dari grup atau denominasi lain yang dibangun atas otoritas manusia. Oleh karena itu, tidak ada gereja perjanjian baru yang dapat didirikan tanpa otoritas dari gereja perjanjian baru yang ada (Matius 28:18-20; Kisah Para Rasul 13:1-4)

Kekekalan Dari Gereja Tuhan Di Bumi
Kekekalan berbicara tentang kesinambungan. Sebelum Yesus meninggalkan bumi untuk kembali kepada Bapa, Ia memberikan otoritas dan amanat kepada Ekklesia-Nya untuk melanjutkan pekerjaanNya di bumi (Matius 28:18-20). Kesetiaan dari Gereja Perjanjian Baru dalam menjaga amanat menyebabkan kelanjutan perkumpulan Perjanjian Baru di bumi melalui penanaman gereja. Selain itu, Tuhan memberikan ”gembala” atau ”pengawas” untuk memimpin, memberi makan dan melindungi domba-dombaNya kepada tiap perkumpulan Perjanjian Baru yang menjadikan Kristus sebagai Kepala (Kisah Para Rasul 20:28; Yohanes 21:15-17; IKorintus 12:28; IPetrus 5:2-4; Efesus 4:11-16).

Pintu Masuk Ke Dalam Hubungan Perjanjian Baru Adalah Melalui Perjanjian Baru Ekklesia
Tuhan tidak melupakan janji Perjanjian Baru dengan kaum Israel (Yeremia 31:31-34). Mereka yang gagal memahami bahwa Kristus diutus oleh Tuhan sebagai Perantara perjanjian yang lebih baik (Baru), tidak dapat melihat kesetiaan Tuhan sebagai pemegang janji yang memiliki tujuan untuk digenapi dalam umat pilihanNya. Di tengah-tengah umat yang tidak setia dan melanggar perjanjian ini, Tuhan tetap menyimpan bagianNya dalam janji. Yesus datang untuk menggenapi janjiNya dalam Yeremia 31:31-34 (lihat. Ibrani 8:6-13)
Sebelum kematian Yesus, Ia mengambil bagian dalam perjamuan terakhir dengan murid-muridNya (Matius 26:26-29). Dalam kesempatan yang tidak terlupakan ini, Yesus menggambarkan hubungan Perjanjian Baru dengan Tuhan melalui tubuh dan darah yang tercurahkan ketika penyaliban (roti tak beragi melambangkan tubuhNya dan anggur melambangkan darahNya, darah Perjanjian Baru). Hubungan Perjanjian Baru ini disahkan pada saat kematianNya. Darahnya yang tercurah, darah Perjanjian Baru menyediakan pengampunan dosa-dosa mereka. Dengan darahNya, Kristus membeli gerejaNya dari belenggu dosa – Kisah Para Rasul 20:28 (Ibrani 9:15-26 – Yesus menyebutkan pengampunan - Matius 26:28).
Sangatlah jelas, bahwa pintu masuk hubungan Perjanjian Baru ini melibatkan masuknya Ekklesia Kristus yang Alkitabiah. Dan masuknya Ekklesia memerlukan baptisan Alkitabiah seperti yang dilakukan oleh otoritas yang benar (seperti yang sudah disebutkan). Penerima baptisan Alkitabiah ini dibaptis dalam Kristus (Galatia 3:26-29; Roma 6:3,4). Hal ini sama dengan dibaptis di dalam perkumpulan Perjanjian Baru Alkitabiah, tubuh Kristus, Ekklesia.

Kemampuan Ilahi Dijanjikan Ke Gereja Tuhan Di Bumi (Yohanes 14:15-18;26;15:26;16:7-14; Lukas 24:36-53; Kisah Para Rasul 1:1:1-9,15 à digenapi di Kisah Para Rasul 2:1-5; baca juga ayat 14,22,29-41)
Selama umat Tuhan bersedia berjalan di dalam Roh, mereka akan mempunyai pimpinan Roh dan kuasa untuk tinggal di dalam hubungan perjanjian di ”dalam Kristus” dan hidup berkemenangan (Galatia 5:16,25; Roma 8:14). Yesus menjanjikan Roh KudusNya berdiam kepada gereja Tuhan (tidak ke semua orang diselamatkan untuk menuntun, mengajar, memperlengkapi dan mempersatukan setiap anggota persekutuan bersama-sama untuk melanjutkan pengabaran Injil Kerajaan sorga kepada seluruh dunia, menjadikan semua bangsa muridNya dan membaptis mereka; Dengan demikian membangun gereja Perjanjian Baru dengan otoritas surgawi yang diberikan oleh Kristus untuk gerejaNya sampai Ia datang kembali (Matius 28:18-20; Kisah Para Rasul 1:8).

Istilah-Istilah Dalam Hubungan Perjanjian Baru
Hubungan Perjanjian Baru ini adalah hubungan positional seperti yang digambarkan di dalam Perjanjian Baru sebagai ”Dalam Kristus”, ”Dalam Dia”, ”Dalam Yang Kukasihi, ” Kamu di dalamKu dan Aku di dalammu”(Galatia 3:28;I Korintus 1:2; Efesus 1:1,3,4,6,7,10; Galatia 1:22; ITesalonika 2:14; Yohanes 15:1-5, dan lain lain).
à Pelayanan Perjanjian Baru yang diberikan ke gereja Tuhan yang sesungguhnya ini adalah pelayanan Roh dan kebenaran – IIKorintus 3:5. Ini juga pelayanan pendamaian (membawa kembali pada hubungan perjanjian).

Perjanjian Baru dijanjikan ke bangsa Israel, tetapi tidak dibatasi untuk bangsa Israel saja
Dalam masa Perjanjian Lama, Non-Yahudi dan orang asing selain bangsa perjanjian Israel dapat datang hanya melalui asimilasi dengan bangsa Israel. Pertama-tama, mereka harus meninggalkan agama dan kepercayaan non-Yahudi, mengakui Jehovah sebagai Tuhan mereka, tunduk kepada hukum Tuhan Israel, kemudian disunat dan hidup dalam komunitas bangsa Israel. Hal ini dilakukan beberapa orang. Tuhan menjanjikan Perjanjian Baru dengan ”Israel” (Yeremia 31:31-34), tetapi penting bagi kita untuk memahami bahwa di dalam Perjanjian Baru ini, baptisan alkitabiah tidak hanya untuk orang Yahudi saja. Melalui iman yang murni (Galatia 3:7-9), bangsa Yahudi dan non-Yahudi yang mempercayai Yesus sebagai Mesias dan menerima baptisan Alkitabiah dari jemaat Kristus yang sah, masuk dalam hubungan Perjanjian Baru dengan Tuhan (Galatia 3:26-29; 6:15,16; Kolose 3:10,11; Roma 1:16; 3:30).

Nubuatan tentang bangsa non-Yahudi yang masuk ke dalam Perjanjian dengan Tuhan
Kejadian 12:1-3; Ulangan 32:21 (Roma 11:11,12); Mazmur 117:1,2; Yesaya 11:1,10; 42:1,6,7; 49:6,22; 55:35; 56:3-8; 60:1-5; 66:15-21; Hosea 1:10; 2:23; Kisah Para Rasul 13:47; 26:23; Roma 9:23-26; 15:8-21; Efesus 3:1-6; Roma 4:13-16.
Yesus berkata , “Ada lagi padaKu domba-domba lain ” (Yohanes 10:16).
Dalam perumpamaan kebun anggur (Matius 21:33-46), anggur itu tidak dihancurkan, tetapi diberikan ke dalam kekuasaan pihak lain yang terbukti setia kepada tuan tanah. Ingat Matius 8:5-13; Roma 15:8-12?

Bangsa Non-Yahudi Dicangkokkan Ke Pohon Zaitun Yang Sejati
Bukti Alkitabiah dari non-Yahudi pertama yang masuk dalam Perjanjian dengan Tuhan adalah baptisan Kornelius, seorang perwira Romawi dan seisi keluarganya (Kisah Para Rasul 10:1-11:1-18) sebagai hasil dari yang dicangkokkan ke hubungan Perjanjian Baru. Ini adalah momen yang menandai sejarah dari gereja perjanjian baru Yahudi pertama yang mengakui bangsa non-Yahudi ke dalam persekutuan perjanjian ini.
Pencangkokan di bangsa non-Yahudi ke pohon zaitun seperti yang di Roma 11 menggambarkan apa yang akan terjadi ketika umat percaya non-Yahudi memasuki hubungan perjanjian ”di dalam Kristus” melalui baptisan ke dalam Ekklesia Kristus (yang dimulai dengan sisa-sisa bangsa Yahudi yang mengaku Yesus sebagai Mesias dan tergabung dalam Ekklesia oleh Kristus). Ranting liar (bangsa non-Yahudi) dicangkokkan di antara sisa-sisa umat Israel yang percaya dan bersama dengan mereka (anggota gereja Yahudi), bangsa non-Yahudi dapat mengambil bagian dalam ”akar dan kesuburan pohon zaitun”. Ini adalah kerajaan rahasia yang terdapat di dalam Injil Kerajaan – Roma 11:25.
Apakah tujuan pencangkokan ini? Bukan untuk penyelamatan dari neraka! Bangsa non-Yahudi yang dicangkokkan tidak lagi hidup dalam dosa tetapi oleh kasih karunia Perjanjian, dilayakkan untuk melayani Tuhan yang hidup di zaman ini dan zaman kerajaan (Roma 6:1-6; Efesus 2:6-10).
Melalui baptisan Alkitabiah dari jemaat Kristus yang sah, bangsa Yahudi dan non-Yahudi dapat menjadi satu anggota perkumpulan yang mengambil bagian dalam berkat Perjanjian yang pada awalnya dijanjikan Tuhan hanya kepada umat Perjanjian Lama – Roma 3:1,2; Roma 9:4,5; Galatia 3:7-9,14,28,29.
Bangsa non-Yahudi yang dahulunya adalah orang asing bagi bangsa Israel sekarang disatukan dalam persekutuan bangsa Israel – Efesus 2:11-22; Roma 9:22-33; IPetrus 2:9-12. Tembok pemisah antara Yahudi dan non-Yahudi telah dirubuhkan (Efesus 2:13-18) – tidak ada lagi pembedaan bangsa, ras atau garis keturunan ”Dalam Kristus”, tidak ada orang Yahudi atau orang Non-Yahudi...” (Gal 3:28 {5:6;6:15,15}; Kolose 3:1-14).
Ini adalah misteri yang dibukakan pada zaman ini dimulai dari ajaran Kristus – Matius 13:10-17 (Matius 16:18,19; 18:18-20); dan dibukakan lebih dalam lagi ke gereja Tuhan melalui Paulus, rasul bagi bangsa-bangsa non-Yahudi - Roma 11:7-10,25; 16:25,26; Efesus 1:9,10; 3:1-6; Efesus 5:32; Kolose 1:24-27.

Pendefinisian Ulang Beberapa Istilah
Di dalam Perjanjian Baru “di dalam Kristus”, ada pendefinisian ulang supaya kepada umat Israel sejati dari Tuhan, bangsa Yahudi sejati atau orang-orang bersunat yang sejati (Roma 9:1-8 lihat. Galatia 3:29; 4:22-31 {ayat 28}). Orang-orang kudus di dalam perjanjian Baru Ekklesia digambarkan sebagai:
a. Disunat di dalam hati à Roma 2:17-29.
b. Orang-orang bersunat yang beribadah kepada Roh Tuhan à Filipi 3:3;
c. Sanggup menjadi pelayan-pelayan Perjanjian Baru à 2Korintus 3:6-11;
d. Israel milik Tuhan à Galatia 6:15,16.
(Perhatikan bahwa pasal-pasal ini ditujukan ke gereja-gereja di daerah non-Yahudi. Mereka adalah anggota gereja “di dalam Kristus” , bukannya bangsa non-Yahudi yang lama, tetapi menjadi Israel milik Tuhan yang sejati– 1Korintus 12:1,2; Efesus 2:11; 4:17-19; 1Tesalonika 4:5; 1 Petrus 4:3,4). (Dispensationalis yang memisahkan Israel dan gereja tidak dapat melihat ini!)

Pentingnya Otoritas Alkitabiah untuk Baptisan
Prinsip Otoritas Institusional (Ulangan 12:5-14,32; 14:22-26; 16:6,11,15, 16; 26:1,2; Yosua 22:1-34; 1Raja-raja 8:12-30)
Tuhan tidak berkenan dengan mereka yang tidak setuju dengan ini– Yosua 22:10-34 (melawan perintah ini mengakibatkan hukuman keras – ayat 19,29).
Tanpa otoritas khusus, tidak ada baptisan Alkitabiah. Tanpa baptisan Alkitabiah, tidak ada Roh Kudus yang tinggal – Oleh karena itu tidak ada gereja yang Alkitabiah. Gereja yang tidak Alkitabiah tidak dapat membaptis secara Alkitabiah! Mereka yang menolak baptisan Alkitabiah diperingatkan (Matius 21:23-27; Lukas 7:29,30).
Apakah yang membuat baptisan “tidak Alkitabiah”?
Ketika seseorang yang dibaptis tidak bertobat – Matius 3:7-9 (Oleh karena itu, bayi/anak kecil tidak dapat dan tidak seharusnya dibaptis!)
2. Ketika bentuknya adalah selain dibenamkan (baptizo) – Matius 3:16; Kisah Para Rasul 8:36-39. [Kata “baptizo” dalam bahasa Yahudi seharusnya diterjemahkan harafiah dalam bahasa Inggris “immerse” bukannya diterjemahkan “baptize” seperti dalam Alkitab versi lainnya. Menterjemahkan kata “baptizo” dengan tepat menjadi “immerse” berarti menyangkal pelaksanaan baptis percik.]
3. Ketika otoritas tidak berasal dari Tuhan – Kisah Para Rasul 18:24-19:7.
Teladan Alkitabiah tentang Pembaptisan Ulang
Akwila dan Priskila adalah Yahudi- Yunani (Grecian). Mereka diusir dari Roma melalui Dekrit Kaisar Klaudius. Ketika berbisnis membuat tenda di Korintus, mereka bertemu Paulus yang juga pembuat tenda, yang mungkin membawa mereka kepada Kristus – Kisah Para Rasul 18:1-3. Mulai sejak itu, mereka menemani Paulus ke Efesus (Kisah Para Rasul 18:18,19) dimana mereka kemudin mendirikan gereja di dalam rumah mereka – 1Korintus 16:19; 2Timotius 4:19. Pasangan yang setia dan saleh ini dikenal baik dan sering dipuji oleh Paulus. Mereka kemudian kembali ke Roma dan memulai persekutuan gereja lain di dalam rumah mereka – Roma 16:3-5.
Apolos adalah keturunan Yahudi yang lahir di Aleksandria, Mesir dan diajar dengan baik tentang jalan Tuhan. Ia mengajar dengan hati-hati hal-hal tentang Tuhan, tetapi hanya mengetahui baptisan air oleh Yohanes Pembaptis. Ia tidak tahu tentang apa yang dikatakan Yohanes di dalam Matius 3:11, “Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. “telah digenapi melalui janji Kristus ke gerejaNya ketika gereja mula-mula di Yerusalem dibaptis dan berdiam di dalam Roh Kudus pada hari Pentakosta. Apolos mungkin meninggalkan Palestina sebelum pelayanan Yesus Kristus di muka umum; oleh karena itu, tidak tahu mengenai baptisan Yesus Kristus terhadap gerejaNya di dalam Roh Kudus. Ketika Apolos datang ke Efesus, Akwila dan Priskila yang berada di sana sejak perjalanan kedua Paulus (Kisah Para Rasul 18:19) menemukan dia mengajar dengan berani di rumah ibadat, dan mereka mengajarnya Jalan Tuhan dengan teliti (Kisah Para Rasul 18:25,26). Nampaknya Apolos telah menerima baptisan air yang benar dari Yohanes Pembaptis (tidak perlu dibaptis ulang), tetapi setelah itu, tanpa otoritas yang tepat, ia sendiri yang membaptis 12 murid di Efesus. Setelah diajar Kitab Suci dengan benar oleh Akwila dan Priskila, ia pergi ke propinsi Akhaya menerima surat rekomendasi dari saudara-saudara di Efesus (gereja di Akwila dan Priskila? - 18:27; 1Korintus 16:12. Kemudian, Apolos menjadi uskup di gereja Korintus.
Paulus rasul untuk bangsa-bangsa non-Yahudi diutus oleh gereja di Antiokhia untuk membuka gereja. – Kisah Para Rasul 13:1-4; 14:26; 15:40. Kunjungan pertamanya ke Efesus adalah tahap akhir perjalanan misionaris keduanya ke Yerusalem (18:18-21). Dengan terburu-buru kembali ke Yerusalem untuk perjamuan, ia berbicara dengan umat Yahudi di Rumah ibadat untuk beberapa saat. Paulus yang telah bertemu dengan Akwila dan Priskila di Korintus meninggalkan mereka di Efesus ketika ia berangkat ke Yerusalem (18:1-13). Selama Paulus tidak ada, Apolos datang ke Efesus dimana ia sendiri membaptis 12 murid Yahudi. Kemudian, ketika Paulus tiba di Efesus dalam perjalanan misionarisnya yang ketiga, Apolos telah meninggalkan Efesus dan menuju ke Korintus (19:1). Disana, Paulus bertemu dengan 12 murid yang dibaptis Apolos tanpa otoritas Alkitabiah. Setelah mengajar 12 murid ini dengan lebih baik, Paulus kemudian membaptis mereka secara benar (Kisah Para Rasul 19:3-7). Karena mereka telah terlebih dahulu dibenamkan tanpa otoritas Alkitabiah, Paulus ‘membenam ulang’ mereka dengan otoritas Alkitabiah yang ada padanya dari gereja di Antiokhia yang mengutus dia untuk pengabaran Injil (gereja Antiokhia dimulai oleh gereja di Yerusalem). Maka, Paulus menjadi “Anabaptist” pertama dalam sejarah gereja Tuhan.
12 murid di Efesus Ketika Paulus bertemu dengan 12 “murid” di Efesus, mereka sudah diselamatkan. Paulus bertanya apakah mereka sudah menerima Roh Kudus sejak mereka percaya, tetapi yang mengejutkan, keduabelas murid ini belum pernah mendengar tentang Roh Kudus. Sangatlah jelas bahwa mereka tidak tahu tentang baptisan Roh Kudus yang disaksikan Yohanes Pembaptis dan Yesus (19:4; Matius 3:11,12; Kisah Para Rasul 1:4-5). Oleh karena itu, masuk akal bila Apolos hanya mengetahui baptisan Yohanes Pembaptis (air) tetapi tidak pernah mendengar baptisan Yesus (di dalam Roh Kudus–Kisah Para Rasul 2:1-4), dan membaptis keduabelas murid ini sendiri (19:2,3 lihat. 18:24,25). Walaupun Apolos telah menerima baptisan yang benar, ia tidak menerima otoritas Alkitabiah untuk membaptis orang lain. Tanpa baptisan Alkitabiah, keduabelas murid ini tidak menerima Roh Kudus yang berdiam di dalam mereka. Gereja Tuhan adalah Bait Tuhan (1Korintus 3:16; 2Korintus 6:16). Hanya melalui baptisan Alkitabiah di bawah otoritas gereja Alkitabiah, maka seseorang mengambil bagian di dalam Roh Perjanjian Baru–Kisah Para Rasul 19:5-7; 2:38,39. Diasumsikan bahwa keduabelas murid ini akhirnya menjadi anggota gereja di rumah Akwila dan Priskila setelah Paulus membaptis ulang mereka.
Yohanes Pembaptis diberi otoritas surgawi untuk membaptis, tetapi ia tidak dapat memberikan otoritas kepada orang lain untuk membaptis. Oleh karena itu, Apolos sendiri tidak mempunyai otoritas Alkitabiah untuk membaptis walaupun ia sendiri sudah dibaptis secara benar
Yesus Mesias memegang semua otoritas di bumi dan surga dan Ia memberi kepada ekklesia yang Alkitabiah, dimulai dari gereja mula-mula di Yerusalem, otoritas untuk terlibat di dalam Amanat Perjanjian (Yohanes 4:1,2; Matius 28:18,19).

Apa Yang Terjadi Ketika Seseorang Dibaptis Secara Alkitabiah?
1. Ia mengambil bagian dalam kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus ke dalam hidup yang baru - Roma 6:3-5.
2. Ia menjadi keturunan Abraham (anak perjanjian) – Perjanjian yang dibuat Abraham (Perjanjian Abraham) 4000 tahun yang lalu adalah perjanjian kekal (Kejadian 17:1-9). Syarat perjanjian ini adalah ‘iman yang kekal,’ dan karena iman Abraham yang murni, setia, Tuhan memperhitungkan itu sebagai orang benar. Hari ini, setiap orang, dengan kualitas iman yang sama murninya datang ke “Hubungan Perjanjian Baru dalam Kristus” (yang adalah perjanjian Abraham yang diperbaharui), mengambil bagian dan diperhitungkan sebagai orang benar dalam Kristus. Ia kemudian mengambil bagian di dalam perjanjian kekal yang Tuhan buat dengan Abraham (Galatia 3:13-18; Ibrani 2:14-18). Bagaimana hal ini bisa terjadi? Melalui baptisan Alkitabiah, seseorang dicangkokkan ke dalam Hubungan Perjanjian Baru (#Galatia 3:26-29). Abraham adalah Bapa semua orang benar (Roma 4:16,17).
3. Ia menjadi anak Tuhan – Keluaran 4:22; Hosea 11:1; Yohanes 1:12; Galatia 4:1-7 (3:26-29); Roma 8:14-17; Efesus 1:5 (Roma 9:4).
4. Ia mengambil bagian di dalam Roh Kudus yang dijanjikan kepada gereja Tuhan– Kisah Para Rasul 2:33,38.
· Sunat Kristus – Baptisan Alkitabiah adalah sunat Kristus di hati melalui kerja kuasa Tuhan melalui Roh Kudus - Kolose 2:9-15.
· Mengenakan Kristus - Gal 3:27.
· Meterai dan jaminan bagian kita – 2Korintus 1:21,22; Efesus 1:13,14; 2Korintus 5:5.
· Pengurapan untuk melayani – Keluaran 30:30; Imamat 8:12; 1Samuel 10:1,6; 16:12,13; Matius 3:16,17; Kisah Para Rasul 10:37,38; Yohanes 3:34 (Yesaya 61:1,2 cp. Lukas 4:18,19; Yohanes 3:34); 1Yohanes 2:20,27; 2Korintus 1:21; 1Petrus 2:5,9.
Kriteria untuk hubungan perjanjian yang kekal
Yang diharapkan Tuhan dari umat Perjanjian BaruNya (gerejaNya) tidaklah berbeda dengan yang Ia harapkan dari umat Perjanjian LamaNya (Israel). Selalu sama dan tidak pernah berubah ! Mengabaikan istilah-istilah hubungan perjanjian ini berarti memutuskan perjanjian dengan Tuhan; oleh karena itu; meninggalkan hubungan perjanjian. Tuhan mengharapkan umatNya untuk:
1. Iman yang kekal– Iman ini didemonstrasikan melalui hidup dalam kekudusan, kebenaran, ketaatan dan penyerahan diri akan kehendak Tuhan. Setiap dosa atau ketidaktaatan berarti pelanggaran terhadap perjanjian. Sama seperti bangsa Israel melalui ketidaksetiaan mereka memutuskan perjanjian mereka dengan Tuhan, anggota jemaat Perjanjian Baru yang tidak setia juga memutuskan perjanjian mereka dengan Tuhan dan kehilangan segala janji perjanjian dan berkat pusaka.
Matius 24:13; Yakobus 5:5-11; Yohanes 15:1-5; Kisah Para Rasul 13:43; 14:21,22; 1Korintus 9:24-27; 10:1-12 (2Korintus 13:5); 15:1,2; Kolose 1:21-23; 2:4-7; Filipi 3:7-14; Ibrani 3:1-19; 10:21-39; 12:1-4,15-17; 1Petrus 1:1-16; 2Petrus 1:5-11; 3:1-18; 5:10-13.
2. Menanggalkan dosa lama secara konstan dan mengenakan Kristus – Efesus 4:20-32; Kolose 3; Roma 13:14.
3. Hidup dalam kesucian dan memisahkan diri dari dosa - 2Korintus 6:14-18 (*ayat.14); 1Yohanes 2:15-17; Yohanes 8:23; 15:18,19; 17:6,14,16; Yohanes 18:36; (Lukas 12:22-40); Roma 12:1,2; 14:17.
4. Berjalan di dalam Roh – Galatia 5:16-26; 6:7-9; Roma 8.6,7,12-14.
5. Hidup berkemenangan – Wahyu 21:7; 2:7,10,11,17,25-29; 3:5,12, 13,21,22 (Lukas 9:23-27); 1Yohanes 5:4,5 (beberapa akan jatuh – Mat 13:18-21 – benih di tanah berbatu-batu).

BERKAT DAN PENGHARGAAN YANG DIJANJIKAN DALAM HUBUNGAN PERJANJIAN YANG KEKAL
1. KEBANGKITAN/AIONIOS-ZOE/PENEBUSAN/DIMULIAKAN – Yohanes 1:4; 8:12; 11:23-27; 20:31; 1Timotius 4:8; 2Timotius 1:1; 2:11,12; Roma 2:6,7; 8:14-25; 2Korintus 4:14-18; 2Tesalonika 2:13-17; Ibrani 9:15; 1Yohanes 2:25; 1Petrus 4:12-14; 2Petrus 1:1-11; Wahyu 2:10,11.
2. PEMERINTAHAN - Matius 19:27-30; Lukas 22:28-30; 2Timotius 2:12; Wahyu 2:26,27; 20:1-6; 22:5.
3. KEBEBASAN – Yohanes 8:31,32,51 (Roma 6:18; 8:2; Galatia 4:1-7; 5:1; 2Korintus 3:17).
4. MILIK PUSAKA SURGAWI – Ibrani 6:12; 10:36 (9:15); 11:11-16; 12:10.
KERAJAAN INI DIJANJIKAN KEPADA EKKLESIA PERJANJIAN BARU
Pintu masuk yang berkelimpahan ke dalam Kerajaan Tuhan adalah pengharapan satu-satunya orang-orang kudus (Lukas 12:31,32; 2Petrus 1:11); mengenakan kebenaran Tuhan yang seutuhnya – Roma 14:17; 2Petrus 3:13. Kerajaan ini masih di zaman yang akan datang - Lukas 21:25-31; 22:16-18; 28-30; 23:50,51; 2Timotius 4:1,18; 2Petrus 1:1-11. Tetapi, umat Ekklesia Tuhan sekarang sudah dapat merasakan Kerajaan Tuhan dalam bentuk berkat Perjanjian - Lukas 12:32; 22:28-30; 1Tesalonika 2:12; 1Timotius 4:8.
[Catatan: Mereka yang tidak tinggal di dalam iman tidak akan menikmati pengalaman ini – Yohanes 15:1,2; Ibrani 5:10-6:12]. Mereka yang tidak setia (bukan orang benar) tidak akan mewarisi Kerajaan ini – Matius 7:21-27; 25:1-46; Lukas 13:23-30; 1Korintus 6:9,10 (5:11-13); Galatia 5:16-21; Efesus 5:1-6.

PEMELIHARAAN FIRMAN TUHAN
Umat Perjanjian Baru, gereja Tuhan masa kini telah ditetapkan sebagai penjaga dan penegak Firman kebenaran, Injil Kerajaan– 1Timotius 3:15. Dengan hidup tinggal dalam iman dan ketaatan kepada Firman Tuhan (Matius 24:14; 28:20), anggota-anggota gereja Tuhan tetap suci dan kudus untuk melayani Tuhan – Yohanes 15:1-3; 17:14-19; Efesus 5:25-27. Hidup yang disucikan oleh Firman Tuhan dan dipimpin oleh Roh Kudus adalah hidup yang memiliki kepenuhan Roh Kudus.

PERINTAH KEPADA GEREJA-GEREJA TUHAN DI BUMI
Yesus mengajarkan perintah dan tata tertib ke gereja mula-mulaNya (Matius 18:15-22; 1Korintus 5:1-13; 1Timotius 1:20). Ia juga mengadakan Perjamuan Tuhan dengan mereka – Matius 26:26-30; 1Korintus 11.23-34. Kristus juga menjanjikan perjanjian setia di dalam perkumpulan Perjanjian Baru bahwa Ia akan menentukan hak-hak kerajaan mereka dan suatu hari nanti, mereka akan makan dan minum dari mejaNya di kerajaanNya dan memerintah bersama-sama Dia – Matius 26:29; Lukas 22:28-30.

KESIMPULAN
Di tengah segala yang Tuhan lakukan untuk umat perjanjian, Israel, hanya sejumlah kecil dari mereka yang setia (Roma 9:6-8 à Galatia 4:28). Sisa-sisa bangsa Israel yang dicangkokkan ke dalam hubungan Perjanjian Baru “di dalam Kristus” melalui baptisan Alkitabiah menjadi gereja Perjanjian Baru yang pertama. Kepada mereka ditambah-tambahkan jumlah orang percaya melalui baptisan dan melalui gereja mula-mula yang didirikan Yesus dengan otoritas Ilahi, gereja-gereja lain didirikan di bumi. Ini adalah kelanjutan amanat Agung yang diberikan kepada gereja-gereja Tuhan hingga Yesus datang kembali (Matius 28:18-20).
Tugas untuk umat Tuhan – 1Korintus 16:13***
Pertanyaan Pribadi: “Apakah anda berada di dalam hubungan Perjanjian Baru di dalam Yesus Kristus?”

Wednesday, January 2, 2008

RUMAH TUHAN, GEREJA YANG SESUNGGUHNYA

Keluaran 25:8,9,40; 1Timoteus 3:15,16.
Gereja-gereja yang sesungguhnya masih ada hari ini. Siapakah mereka?

PENDAHULUAN
Salah satu tawarikh paling penting dalam sejarah Perjanjian Lama adalah perjanjian yang Tuhan buat dengan seseorang yang setia dan takut akan Tuhan yang bernama Abraham. Di dalam proses perjanjian tersebut, Tuhan menjanjikan Abraham suatu bangsa yang besar, memberkati berlimpah-limpah dan membuat namanya menjadi termasyhur; sehingga ia dan keturunannya akan menjadi berkat bagi banyak bangsa di bumi. Ini adalah perjanjian kekal, tetapi syarat penting dalam perjanjian itu adalah Abraham dan keturunannya akan berjalan dengan Tuhan dalam iman yang kekal. Sekitar 400 tahun kemudian, suatu bangsa lahir dari keturunan Abraham. Kemudian, tanpa pemimpin, Tuhan mengenali Musa, seseorang yang saleh yang dipilih untuk memimpin bangsa ini menuju Tanah Perjanjian yang dijanjikan sebagai tanah pusaka kepada bapa mereka, Abraham – Kel 3:7-10. Tuhan tidak melupakan perjanjian kekal yang Ia buat dengan Abraham – Kej 17:1-9. Ia mendengar tangisan umatNya di bawah belenggu Mesir dan melepaskan mereka – Kel 2:23-26; 6:1-8; Ul 4:37,38.
Kejadian berkesan di dalam sejarah awal bangsa Israel setelah dilepaskan dari Mesir adalah perjanjian yang dibuat dengan Tuhan di kaki gunung Sinai – *Kel 19:1-8; 24:1-8. Perjanjian ini disahkan dengan darah, yang intinya, pembaharuan dari perjanjian yang dibuat Tuhan sebelumnya dengan bapa mereka, Abraham – Kel 15:1-21; 19:1-8; 24:1-8; Ibr 9:16-22. Posisi dan hubungan perjanjian yang dibangun dengan Tuhan membuat Israel unik sebagai umat pilihan istimewa Tuhan. Kemudian, Tuhan menyatakan DiriNya sebagai Tuhan mereka, dan Israel, umat (perjanjian) Nya–Kel 6:7; Ul 4:20; 7:6; 14:2; 26:16-19; 28:9.
Sangat jelas bahwa Tuhan berkenan dikenal ke siapa saja yang mencariNya dengan segenap hati dan setia serta mengikut Dia. Tetapi, pewahyuan DiriNya hanya mungkin terjadi kepada mereka yang berada di dalam hubungan dan persekutuan perjanjian dengan Dia. Hanya mereka yang masuk ke dalam posisi dan hubungan perjanjian denganNya yang dijanjikan Yehova untuk menjadi Tuhan mereka dan mereka sebagai umat istimewa pilihanNya. Karena kasihNya untuk umatNya, Tuhan mau berdiam di antara mereka. Keluaran 25:8,9:
“Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka. Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."
Tidak lama kemudian sebelum Israel menunjukkan tanda-tanda ketidaksetiaan dalam perjalanan perjanjian dengan Tuhan. Yang paling menyedihkan di dalam sejarah bangsa perjanjian ini adalah kegagalan mereka untuk melanjutkan berjalan dengan setia di dalam hubungan perjanjian. Kesaksian mereka adalah salah satu ketidaktaatan dan pemberontakan mereka. Generasi berganti dan Israel sebagai bangsa menuju ke kemiskinan rohani, dan membawa penghakiman dan kekacauan terhadap mereka sendiri. Tetapi, Tuhan, di dalam kesetiaan, kebaikan dan belas kasihNya, mengingat perjanjian kekal yang dibuat dengan Abraham dan keturunannya. Dengan sabar Ia melanjutkan untuk berhubungan dengan bangsa yang Ia pilih dan kasihi; tiap saat, bekerja melalui sedikit orang yang setia (para hakim, raja dan nabi) di dalam tiap generasi sebagai penyambung lidahNya untuk memanggil bangsa ini ke pertobatan dan iman. Sungguh menyedihkan, secara keseluruhan Israel menolak untuk mendengarkan hamba-hambaNya.
Salah satu nabi yang dipakai Tuhan adalah nabi Yeremia. Melalui Yeremia, Tuhan menjanjikan perjanjian baru dengan umatNya– Yer 31:31-34. Tetapi, Perjanjian Baru ini tidak akan terwujud hingga Utusan yang dijanjikan, Perantara dan Imam Besar dari Perjanjian Baru, Yesus Kristus sang Mesias dari Tuhan datang ke bumi untuk membangun dan mengesahkan perjanjian Baru ini dengan darahNya (Mal 3:1; Ibr 7:6-13; 8:6; 9:15-24; Mat 1:21; 15:24; Luk 1:67-79; 7:11-17; 24:21; Kis 3:11-25; 13:46,47; Yoh 1:11; Rom 15:8; 9:1-5).
Ketika Yesus, Utusan dan Perantara dari Perjanjian Baru akhirnya datang ke bangsa Israel, tidak semua orang Israel menerima Yesus Kristus sebagai Mesias dari Tuhan untuk memasuki the dimensi Perjanjian Baru. Kebanyakan orang Israel menolak Sang Mesias dan menyalibkanNya. Hanya sebagian kecil orang Israel yang bertobat dan menerima Yesus sebagai Mesias untuk mengikut Dia dalam iman dan ketaatan. Mereka yang merespon Yesus Kristus dan pesanNya inilah yang mengakui dosa dan pelanggaran mereka terhadap Tuhan. Mereka sungguh-sungguh bertobat, percaya bahwa Yesus adalah Mesias dari Tuhan dan menyerahkan hidupnya untuk memasuki persekutuan Perjanjian Baru melalui baptisan air oleh mereka yang disahkan oleh Tuhan.
Yohanes Pembaptis, pendahulu Yesus Kristus, yang diutus Tuhan ke bangsa Israel untuk mempersiapkan jalan Mesias, adalah yang pertama disahkan untuk mengajarkan “baptisan pertobatan”’ dan membaptis di dalam air kepada mereka yang sungguh-sungguh bertobat (Mal 3:1; Yoh 1:6,33; Mereka 1:1; Luk 3:3; Kis 13:24; 19:4; Mat 3:1-12). Mereka yang dengan sungguh-sungguh merespon ke pengajaranNya menjadi bahan untuk rumah Perjanjian Baru atau perkumpulan (ekklesia) untuk disusun dan didirikan oleh Yesus Kristus. Hubungan Perjanjian Baru “DI DALAM KRISTUS” menuntut hidup dalam iman dan ketaatan sebagai murid-murid yang setia. Yesus berbicara tentang hubungan ini sebagai persekutuan “Kamu di dalamKU dan AKU di dalammu”. Murid-murid di dalam perkumpulan Alkitabiah Tuhan berdiam di dalam Kristus berarti mereka tetap tinggal di da lam hubungan intim perjanjian dengan Kristus, membawa kesaksian buah Roh dalam hidup mereka. Jika tidak, mereka akan diputuskan dari persekutuan Perjanjian– Yoh 15:1-8.
Sekarang di dalam masa Perjanjian Baru, Tuhan berdiam tidak di dalam bait yang dibuat dengan tangan, tetapi dengan dan di dalam rumah Perjanjian Baru, ‘the ekklesia,’ atau jemaat Kristus melalui Roh Kudus– 1Kor 3:16,17; 6:19,20; *2Kor 6:16; Ef 2:22. Yesus memberi otoritas dan mempercayakan umatNya dengan pekerjaan Amanat Perjanjian Baru hingga Ia datang kembali – Mat 18:18-20; 24:14. Ini melalui perkumpulan mula-mula di Yerusalem sehingga perkumpulan sejenis lainnya juga didirikan di luar Yerusalem. Roh Kudus yang dijanjikan memperlengkapi perkumpulan Tuhan ini untuk usaha mendunia ini– Yoh 14:16,17; 15:26,27; Luk 24:49; Kis 1:8; 2:1-13,33. Ketaatan terhadap perintah Tuhan dan penyerahan terhadap kepemimpinan Roh Kudus membawa kepada pembangunan perkumpulan Alkitabiah lainnya di seluruh bumi. Yesus tidak hanya menjanjikan kehadiranNya dengan perkumpulan sesungguhnyaNya, tetapi juga penyertaan gereja AlkitabiahNya hingga akhir zaman– Mat 16:18,19; 28:20.
Setelah berlalunya rasul-rasul, kekaisaran Romawi yang berkuasa terus berkembang dan bertambah luas. Tahun 313 SM, tepatnya, ditandai dengan mulainya akal bulus licik oleh kaisar Romawi, Konstantin. Ia adalah dalang dari organisasi agama-politik yang jahat dan berkuasa, gereja Katolik Roma. Ini adalah permulaan masa tirani religius dan penganiayaan terhadap gereja Yesus Kristus. Gereja Tuhan mulai mengalami kesukaran dan penganiayaan besar selama ribuan tahun masa kelam. Di bawah kejaran penganiaya Romawi, mereka melarikan diri ke hutan-hutan dan gunung-gunung dimana terdapat tempat perlindungan yang aman untuk mereka mengajar dan menghidupi iman Perjanjian Baru mereka. Pada akhir masa kelam ini, hampir 60 juta orang dalam perkumpulan Tuhan dibantai oleh penganiaya Katolik Roma dalam rangka melenyapkan gereja Tuhan yang sesungguhnya dari muka (Pelajari buku “The Trail of Blood” bersama dengan catatan sejarah gereja Tuhan yang lain).
Kemudian setelah Reformasi di abad 16, banyak denominasi yang dinamakan gereja protestan dihasilkan dari gereja Katolik Roma. Secara diam-diam, sepanjang masa kegelapan ini, walaupun tidak tanpa diperhatikan, oleh pemeliharaan Tuhan yang ilahi, gereja Tuhan Yesus Kristus yang sesungguhnya tetap bertambah di banyak bagian bumi di tengah-tengah penolakan dari musuh-musuhnya. Tidak henti-hentinya, pembantaian berdarah oleh gereja sesat dan kaum protestan mengancam untuk menghancurkan gereja Tuhan, tetapi sejarah berbicara bahwa Jemaat Mesias (Congregations of Messiah) tetap bertahan dan menjamur.
Hari ini, lama setelah masa kelam, pengaruh gereja Katolik Roma dan protestan masih sangat kuat. Ilalang rohani di antara gandum ini telah membawa efek mengacaukan di dunia; kebingungan total hingga sangat sulit untuk membedakan siapa gereja Tuhan yang sesungguhnya hari-hari ini.
Sekarang waktunya untuk kita berhenti sejenak untuk beberapa pertanyaan ini: dapatkah semua denominasi dan gereja yang mengikuti jejak Katolik Roma atau didirikan oleh manusia adalah gereja sesungguhnya Yesus Kristus? Apakah tiap denominasi yang mengklaim dirinya gereja Tuhan yang sesungguhnya adalahah benar-benar gereja sesungguhnya Tuhan? Apakah Tuhan berdiam di semua denominasi dan “gereja” yang berbeda dalam pengajaran dan kebiasaan? Apakah Roh Kudus dijanjikan ke mereka? Setelah pendahuluan yang panjang ini, kita siap untuk mempelajari sejarah dan karakteristik dasar dari rumah Tuhan Perjanjian Lama dan Baru. Hanya dengan doa dan pengharapanlah, hal ini akan membantu setiap orang yang sungguh-sungguh mencari untuk mengenali rumah Tuhan yang sesungguhnya hari-hari ini dan khususnya keinginan menjadi bagian persekutuan Tuhan sebagai umat perjanjianNya.

ASAL MULA DAN OTORITAS ILAHI RUMAH TUHAN

A. RUMAH PERJANJIAN LAMA – TABERNAKEL
Penyebutan pertama kalinya “rumah Tuhan” di dalam kitab Perjanjian Lama dilakukan oleh Yakub (Kejadian 28:17) di tempat ia tertidur. Tuhan berbicara kepada dia di dalam mimpi tentang perjanjian yang dibuat dengan kakeknya, Abraham, dan ketika ia bangun, Yakub menamai tempat itu ‘Betel,’ dalam bahasa Ibrani berarti ‘rumah Tuhan.’ Yakub menamai rumah Tuhan ini, ‘Gerbang Surga.’
Di balik Laut Merah, di atas gunung Sinai, Tuhan memberikan hukum, ketetapan, penghakiman dan instruksiNya kepada Musa, sehubungan dengan tiap aspek kehidupan yang akan dihidupi umat pilihan Tuhan, Israel di tanah perjanjian Kanaan. Tuhan juga memberi instruksi spesifik kepada Musa tentang pembuatan Tabut Tuhan, rumah Tuhan, supaya Tuhan dapat berdiam di antara mereka. Desain Rumah Tuhan, Tabernakel adalah pola ilahi, cetak biru ilahi (Keluaran 25 sampai 31). Ini termasuk desain detil dan ukuran bagian luar dan penyelesaian; instruksi mengenai keimaman, perlengkapannya, dan tugas keimaman. Tuhan berkata kepada Musa supaya membuat semua ini sesuai dengan pola yang dinyatakan kepadanya di gunung Sinai (Kel 25:8,9,40; Ibr 8:5).
“Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Suci dan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya.” – Keluaran 25:8,9
Tuhan tidak membutuhkan Rumah untuk kepentinganNya, tetapi karena kasih dan belas kasihaNya kepada umat perjanjian dan pilihanNya, Tuhan ingin berdiam di antara mereka supaya mereka dapat mengenalNya tiap saat, bersekutu denganNya dan berada dalam hadiratNya. Ini terjadi di tempat yang dinamakan Tabernakel (tempat kediaman Tuhan) dimana Tuhan meletakkan namaNya. Ketika ini diselesaikan sesuai dengan cetak biru ilahi tersebut, KEMULIAAN TUHAN MEMENUHI TABERNAKEL sesuai dengan yang Ia janjikan bahwa Ia akan berdiam di tengah umatNya (Kel 40:33-35).

B. RUMAH PERJANJIAN LAMA TUHAN – BAIT TUHAN YERUSALEM
Ketika Daud menjadi raja Israel, ia berusaha membangun kediaman tabut Tuhan yang lebih tetap di Yerusalem. Sejak zaman Musa, Tabut Tuhan telah berdiam di Tabernakel bergerak (mobile) yang dibawa oleh anak-anak Harun. Sama seperti Tuhan memberi Musa cetak biru Ilahi untuk membangun Tabernakel , Tuhan juga memberi Daud cetak biru Ilahi untuk Bait Tuhan yang dibangun di Yerusalem. Raja Salomo, penerus Raja Daud, ayahnya, kemudian ditunjuk oleh Tuhan untuk membangun Bait Tuhan (2Sam 7:1-13; 1Taw 28:1-6,9-13,20; 29:1; 1Raj 6:1,11-14). Sekali lagi, ketika Bait ini diselesaikan sesuai dengan pola yang dirancangkan, KEMULIAAN TUHAN MEMENUHI RUMAH TUHAN, sama seperti yang terjadi di Tabernakel sebelumnya – 1Raj 7:51-8:13,20,29 (also 2Taw 5:1,13,14). Ini menandakan bahwa Tuhan berkenan untuk berdiam dengan umatNya.

Melihat kembali Tabernakel yang dibangun pada zaman Musa dan Bait Tuhan di Yerusalem oleh Salomo, kita melihat prinsip Tuhan yang ilahi dengan konsisten, yakni Otoritas Institusional. Sangatlah jelas bahwa Tuhan berdiam hanya di tempat (orang atau institusi) dimana Ia memilih untuk meletakkan namaNya (otoritas) – Ul 12:5-14,32; 14:22-26; 16:6,11,15,16; 26:1,2. Kita melihat bahwa Tuhan memutuskan untuk berdiam di tengah umat perjanjianNya, Israel yang dicintaiNya. Tabernakel diletakkan di tengah jemaat Israel. Ini adalah “tempat dimana Tuhan membuat namaNya diam di sana,” dimana umatNya dapat mencariNya, bertemu denganNya, menyembahNya dan melayaniNya. Tuhan menjadi pusat dan fokus semua orang.
Umat Tuhan dalam Perjanjian Lama tahu bahwa ketika mereka membawa korban dan persembahan kepada Tuhan, mereka hanya ke tempat dimana Tuhan membuat namaNya diam di sana dan tidak di lain tempat– Kel 23:19; 34:26. Tidak ada tempat lain dimana korban dan persembahan dapat berkenan di hadapan Tuhan. Bangsa Israel tahu bahwa Tuhan melarang mereka mempersembahkan korban di tempat selain yang Tuhan tetapkan; dan melanggar perintah ini akan membawa penghukuman keras – Im 17:1-9; Ul 12:32; Yos 22:1-34**. Tuhan hanya mengenali tempat dimana Ia membuat namaNya diam di sana– 1Raj 8:12-30; 9:1-3; 11:13,36.
Selama Israel tetap berjalan di dalam iman dan ketaatan kepada Tuhan, mereka berada di dalam perjanjian denganNya dan Tuhan akan menjadi Tuhan mereka dan Ia akan mengakui mereka sebagai umat kudusNya dan melindungi serta memberkati mereka berlimpah-limpah – Ul 28:1-14.

Catatan: Tidak semua yang percaya menjadi umat Tuhan. Contohnya: Nebukadnezar yang mengakui Tuhan Israel sebagai Tuhan yang sesungguhnya dan diberkati Tuhan (Dan 2:46-4:3); Naaman orang Siria yang percaya Tuhan Israel dan disembuhkan dari penyakit lepra (2Raj 5:1-19); bangsa Niniwe yang bertobat karena pengajaran Yunus (Yunus 3:1-10; 4:11), dll. Semua ini mengakui Tuhan Israel sebagai Tuhan yang sesungguhnya, tetapi mereka bukan umat pilihan Tuhan,karena mereka tidak pernah memasuki hubungan perjanjian dengan Dia dan tidak dapat berjalan dengan Tuhan dengan kelakuan yang menyenangkan hatiNya. Tidak memiliki bagian di dalam Rumah Tuhan dan tidak memiliki pemeliharaan di luar bangsa Israel untuk membawa korban dosa mereka, mereka perlu bertobat, berbalik dari penyembahan berhala dan masuk ke dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan melalui bangsa Israel supaya mendapat bagian di dalam janji dan penebusan perjanjian Tuhan.

C. RUMAH PERJANJIAN BARU TUHAN - GEREJA
Sama seperti kita melihat prinsip dari Otoritas Institutional di dalam Perjanjian Lama, kita juga melihat prinsip yang sama di Perjanjian Baru. Tuhan memilih untuk berdiam di tengah umatNya dalam masa Perjanjian Lama di:
· Tabernakel (kediaman bergerak/mobile) dan kemudian,
· Bait Suci (kediaman permanen di Yerusalem)
Kedua tempat kediaman ini didesain dan dibangun dalam “pola Surgawi.” Kita melihat bagaimana kemuliaan Tuhan memenuhi tempat ini, Jadi, mendukung penerimaan dan pengakuanNya atas Israel sebagai umat perjanjian yang dikasihiNya. Tuhan berkenan untuk berdiam di tengah mereka sehingga dapat mengenalNya lebih intim, menyembah dan melayaniNya. ## Tetapi, hal ini adalah pola (bayangan)akan hal-hal yang akan datang (Ibr 8:5; 9:24; 10:1; Kol 2:8-17).
Berita paling menyedihkan di dalam sejarah bangsa Israel adalah mereka tidak tetap berjalan dengan Tuhan. Mereka melanggar perjanjian yang dibuat dengan Tuhan, berbalik ke tuhan lain dan melanggar hukum Tuhan berulang kali (Hosea 4 sampai 14; Yer 31:32; Ibr 8:9, dsb.) Meskipun demikian, Tuhan menghendaki akhir yang lebih baik untuk umatNya. Melalui nabiNya, Yeremia, Tuhan mengucapkan Perjanjian Baru yang dibuat dengan kaum Israel dan Yehuda yang terpecah dan rusak karena peperangan (Yer 31:31-34). Ini adalah perjanjian yang lebih baik di atas janji-janji yang lebih baik memiliki korban yang lebih baik dan terbaik yang digenapi oleh korban kematian Sang Mesias, Yesus Kristus, yang menggantikan perjanjian pertama yang dibuat dengan bangsa Israel di kaki gunung Sinai (Ibr 8:1-13; 2Kor 3:6-11).
Yesus Kristus tidak hanya utusan dan perantara Perjanjian Baru, tetapi juga Kepala dan Imam Besar dari Rumah Perjanjian Baru Tuhan (Mal 3:1; Ibr 9:15; 8:1,2; Kol 1:18; Ef 4:15; 5:23). Melalui kematiannya, Ia membayar dengan lunas gerejaNya dengan darahNya (Kis 20:28; 1Kor 6:20). Gereja sesungguhnya Tuhan Yesus Kristus disebut “rumah Tuhan, gereja Tuhan yang hidup” (1Tim 3:15). Dalam kebangkitanNya menuju kemuliaan, Yesus menjadi Imam Besar dari Tabernakel yang lebih besar dan sempurna di surga. Saat kenaikanNya, Yesus masuk ke dalam hadirat Tuhan yang sesungguhnya, Tabernakel Surgawi, (Ibr 9:1-12,23,24), bukan bangunan yang dibangun dengan tangan manusia (Kis 7:48-50; 17:24).
Sama seperti Tabernakel Surgawi, gereja Perjanjian Baru jasmani bukan bangunan yang dibuat dengan tangan manusia (Kis 7:47-50; 17:24,25). Ini dibangun berdasarkan orang-orang yang dipanggil keluar yang berada di dalam hubungan perjanjian dengan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang bertobat dari dosa mereka dan percaya kepada Yesus Mesias, dan dibaptis secara Alkitabiah ke dalam Dia (Kristus)dan tetap berada di dalam hubungan perjanjian sebagai anggota yang setia dari gereja Tuhan yang sesungguhnya dimana Kristus adalah Kepala dan Imam Besar. Mereka disebut murid-murid, orang kudus, yang setia di dalam Kristus, umat pilihan Tuhan, batu hidup, Israel milik Tuhan, orang bersunat yang beribadah kepada Tuhan, dsb. - Mat 4:19; Ef 1:1; 1Kor 1:2; Kol 1:2; 3:12; 1Pet 2:5; Gal 6:15,16; Fil 3:3. Mereka mendapat bagian yang sama dengan berkat yang dijanjikan dalam perjanjian kekal yang dibuat Tuhan dan Abraham di dalam Kej 17:7,8 (bandingkan dengan Gal 3:7,13-16; 3:27-29; Ef 3:1-6). Mereka adalah orang-orang kudus Tuhan, mempelai wanita Tuhan yang setia yang akan dibangkitkan dalam kemuliaan ketika Kristus datang kedua kalinya untuk menerima mempelaiNya dalam pernikahan Anak Domba (Mat 25:1-13; 2Kor 11:1,2; Ef 5:23-32; Why 19:7-9).
Orang-orang kudus akan memasuki Yerusalem yang baru, ke dalam hadirat Bapa yang kudus di mana Kristus duduk di sebelah kanan tahta Tuhan, bersyafaat untuk orang-orang kudus (Kol 3:1; Rom 8:27,34; Ibr 7:24,25). Mereka akan berdiam selamanya dengan Kristus bersama para malaikat dan dengan Bapa sepanjang masa (Ibr 12:22-24 bandingkan dengan. Why 21:3,22,23). Disana, di Kota Kudus, Yerusalem yang baru, kerajaan Tuhan yang kekal, tidak ada Bait Tuhan, karena Tuhan Semesta Alam dan Anak Domba adalah Bait itu sendiri (Why 21:22). Umat mempelai akan duduk di tahta di dalam Tabut Tuhan surgawi, Yerusalem yang Baru, untuk memerintah bersama dengan Mempelai Laki-laki sepanjang masa (Rom 8:14-17; Gal 3:26-4:7; Why 2:25-29; 5:10; 22:5; dsb).

Pentingnya asal mula dan otoritas ilahi untuk sebuah gereja menjadi gereja yang sesungguhnya
Gereja yang di organisasi dengan otoritas Alkitabiah adalah gereja Tuhan Yesus Kristus yang sesungguhnya dan juga, rumah Perjanjian Baru Tuhan. Ini adalah tempat kediaman Tuhan di dalam Roh, kepenuhan akan Tuhan di mana Kristus dipermuliakan (Yoh 17:10; 1Kor 3:16,17; 6:19,20; 2Kor 6:16; Ef 1:21,22; 2:19-22; 3:20,21; Kol 1:18,19; 2:9).
A. “Spesies yang sama hanya menghasilkan spesies yang serupa” adalah prinsip Alkitabiah. Hanya gereja sesungguhnya yang dapat “melahirkan” atau “membangun” gereja sesungguhnya di dalam otoritas otoritas surgawi yang ada. Tanpa otoritas yang benar, tidak satu gereja atau seorangpun dapat melaksanakan baptisan Alkitabiah.
B. ‘Gereja” yang tidak dibangun berdasarkan otoritas dan origin Alkitab adalah organisasi yang dibuat manusia. Organisasi seperti ini tidak mempunyai otoritas Alkitabiah untuk membaptis, mewakili Kristus, untuk melakukan pekerjaanNya. Pekerjaan ini teah didelegasikan Yesus Kristus kepada gereja Tuhan yang sesungguhnya dimana Ia adalah Kepala dan Pendiri. Gereja Tuhan yang sesungguhnya tidak membutuhkan dukungan dari atau berafiliasi dengan organisasi manusia (termasuk Katolik Roma atau Protestan sebaliknya) untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Melakukan sebaliknya berarti menghina hukum Tuhan.

MELACAK ASAL MULA DAN OTORITAS ILAHI DARI PERKUMPULAN PERJANJIAN BARU GEREJA TUHAN DI BUMI
Asal mula dan kekuasaan gereja Tuhan yang sesungguhnya dapat dilacak kembali melalui utusan pilihan Tuhan, Yohanes Pembaptis. Alkitab berbicara tentang utusan Tuhan, Yohanes Pembaptis sebagai suara yang berseru-seru di padang gurun, “Persiapkan jalan bagi Tuhan, luruskan jalan bagiNya” - Mal 3:1-3; 4:5,6; Yes 40:3-8; Mat 17:10-13; Mereka 1:1-3. Yohanes disahkan dan diutus oleh Tuhan dengan misi untuk mempersiapkan umatNya bagi Tuhan Yesus Kristus - Luk 1:11-17; Yoh 1:6,33; Mat 21:23-27. Ia menggenapi misi ini dengan memurdkan dan membaptis. Yohanes mengajar baptisan pertobatan mengingat Kerajaan Kristus yang akan datang dan membaptis mereka yang sungguh-sungguh bertobat dan percaya bahwa Yesus sebagai Mesias– Markus 1:4; Luk 3:3; Kis 13:24; 19:4; Mat 3:1-12.
Sangat jelas bahwa Yesus mengakui bahwa baptisan Yohanes Pembaptis disahkan oleh Tuhan:
1. Sebelum Yesus memulai pelayananNya, Ia pergi dari Galilea ke Yordan untuk dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. BaptisanNya oleh Yohanes adalah peristiwa penting yang menggenapi semua kebenaran (Mat 3:13-17).
2. Segera setelah baptisan Yesus, Ia dikenalkan ke murid-murid yang telah dipersiapkan dan dibaptis oleh Yohanes. Murid-murid ini menunggu munculnya Mesias mereka (Yoh 1:41). Ketika murid-murid Yohanes bertemu dengan Mesias,mereka meninggalkan Yohanes dan mengikut Dia. Yesus menyusun mereka dengan tepat ke dalam perjanjian Baru ekklesia yang pertama (gereja) dan mengamanatkan mereka ke dalam pekerjaan Injil Kerajaan (Yoh 1:35-2:2; Mat 4:18-22; 16:18-19; Mereka 3:14-18; 1Kor 3:11). Perhatikan bahwa Yesus tidak perlu untuk membaptis ulang mereka, karena Ia mengakui otoritas surgawi dari Yohanes Pembaptis.
3. Selama pertemuan dengan Imam Kepala Yahudi dan tua-tua di Bait Tuhan, Yesus mempertahankan otoritas baptisan Yohanes Pembaptis sebagai baptisan dari surga (disahkan oleh Tuhan) - Mat 21:23-28*. Untuk bertobat dan tunduk kepada baptisan Alkitabiah adalah membenarkan Tuhan (menyatakan kebenaran Tuhan). Mereka yang menolak baptisan Alkitabiah menolak kehendak Tuhan atas diri mereka- Luk 7:29,30. Mereka jugalah yang menolak baptisan Alkitabiah dari gereja Tuhan yang sesungguhnya.

KELANGSUNGAN PERKUMPULAN PERJANJIAN BARU MASA INI
Yesus berjanji untuk menjaga gerejaNya melalui kelangsungan yang tidak terputus dari gereja yang tersusun secara Alkitabiah sepanjang masa (Mat 16:18). Dimulai dengan gereja mula-mula yang disusun di Yerusalem, Yesus memberi otoritas dan amanat kepada gereja sesungguhnya, untuk pergi ke seluruh dunia dan memuridkan, membaptis mereka dan mendirikan gereja sesungguhnya yang lain (Yoh 4:1,2; Mat 28:18-20; Luk 24:47; Kis 1:8). Ketaatan kepada pola Alkitabiah yang diberikan Yesus Kristus kepada gereja sesungguhnyaNya menjamin kelangsungan gereja sesungguhnya sepanjang masa.

ISTILAH ALKITABIAH MENGGAMBARKAN UMAT PERJANJIAN BARU TUHAN – ANGGOTA PERSEKUTUAN TUHAN YANG ALKITABIAH
[CATATAN: Ajaran Protestan dari gereja (the Universal Invisible Church) mengaplikasikan dengan longgar banyak istilah ini kepada mereka yang hanya “diselamatkan dari neraka”]
1. “Murid-murid” – Penyebutan murid-murid Kritus yang pertama kali adalah di Yoh 2:2. Hanya keempat kitab pertama di dalam Perjanjian Baru menggunakan kata “murid (murid-murid) berulang kali untuk memanggil anggota gereja Tuhan.
2. “Kristen (Milik Kristus) – Kis11:26 (pertama kali digunakan); 26:28; 1Cor 3:23; 15:23; 2Kor 10:7; Gal 3:26-29; 5:24; 1Pet 4:16.
3. “Kediaman Tuhan di dalam Roh” - Ef 2:22. Kehadiran Roh Kudus yang berdiam adalah janji yang diberikan Yesus kepada gereja Perjanjian BaruNya. Ini tidak dijanjikan kepada semua umat percaya di luar gereja Tuhan, menurut ajaran Protestan. Yesus menyebut Roh Kudus, “janji Bapa.” Ini tejadi pada hari bersejarah Pentakosta yang dicatat di dalam Kis 2 bahwa KEMULIAAN TUHAN MEMENUHI RUMAH PERJANJIAN BARU TUHAN YANG PERTAMA. Ini terjadi atas sisa atau sebagian kecil yang tetap setia dari persekutuan Perjanjian Baru yang mula-mula (sekitar 120 dari mereka– Kis 1:15) yang taat menunggu dalam kesehatian di Yerusalem bahwa Mesias yang dimuliakan dan naik ke Surga mengirim “janji Bapa” (Yoh 14:16,17; 16:7; Luk 24:49; Mat 28:20; Kis 1:4; 5:32).
Kemudian, Tuhan (Roh Kudus) berdiam di tengah umat Perjanjian BaruNya (Why 1:13; 2:1). Tuhan, berdiam di tengah umat perjanjianNya adalah janji Perjanjian (Bandingkan Im 26:11,12 dengan 2Kor 6:16). Yesus menjanjikan gereja sesungguhnyaNya akan penyertaanNya sepanjang masa melalui Roh Kudus yang dijanjikan untuk memperlengkapi mereka untuk melakukan kehendakNya hingga Ia datang kembali (Yoh 14:15-17; 16:7-13; Mat 28:20; Luk 24:49; Kis 1:1-8).
a. Janji Bapa yang sudah digenapi – Kis 2:1-4, 33,38-39; 5:32.
b. Janji Bapa yang tetap ada di gereja Tuhan - Ef 1:13,14,22,23; 2:20-22; 4:30; Rom
8:14-17,23; Gal 4:6,7; 2Kor 1:21,22; 1Yoh 2:20, 27; 3:24.
4. “Rumah Tuhan” - 1Tim 3:15,16.
5. “Bait Tuhan” – 1Kor 3:16,17; 6:19; 2Kor 6:16; Ef 2:20-22 (“kamu,” “kalian” – bentuk
jamak).
6. “Gereja Tuhan” – 1Kor 1:2; 10:32; 11:22; 2Kor 1:1; Gal 1:13; 1Tim 3:15.
7. “Gereja di dalam Kristus” - Gal 1:22; 1Tes 2:14.
8. “Tubuh Kristus, kepenuhan akan Tuhan” - Kol 1:18,19,24; 2:9,10; Ef 1:22,23; 4:11-16;
5:23.
9. “Mempelai Kristus” – Mereka 1:18-20; Yoh 3:29; Why 19:7-9; 21:1,2,9. Yesus membeli
gereja sesungguhnyaNya, mempelai wanitaNya dengan darahNya. Melalui FirmanNya,
mereka disucikan supaya menjadi tidak bercacat dan bercela, kudus dan tanpa noda,
dipersiapkan untuk kedatanganNya (Kis 20:28; Yoh 15:5; 17:17; Ef 5:23-32; 2Kor 11:1,2).
10. “Perawan Suci” – 2Kor 11:1,2 (Ef 5:25-27,32).
11. “Bangunan dan ladang Tuhan” – 1Kor 3:9; Ef 2:20-22.
12. “Domba-domba Tuhan” – Luk 12:32; Kis 20:28; 1Pet 5:2,3; Mat 10:16; 26:31 (Zak
13:7); Yoh 10:1-29.
13. “Surat pujian Kristus” – 2Kor 3:2,3.
14. “Anak-anak Tuhan yang hidup” – Rom 9:24-26.
15. “Umat Tuhan” – 1Pet 2:10.
16. “Batu Hidup ” – 1Pet 2:5 (Mat 3:9).
17. “Ahli waris” – Yoh 1:11,12; Rom 9:4; 8:14-23; Gal 3:26-4:7; Tit 3:7; 2Cor 6:18; Ibr 6:17;
12:23; Yak 2:5; 1Pet 5:3.
[Israel – Kel 4:22; Ul 14:1; 32:6; 1Taw 29:10; Yes 63:16; 64:8;Yer 31:9; Hos 11:1]
[Kristus – Mat 3:16,17; Mereka 14:36; Rom 1:4; Ibr 1:2].
18. “Orang Bersunat yang beribadah kepada Tuhan” – Fil 3:3.
19. “Israel milik Tuhan” – Gal 6:15,16.
20. “Imamat Rajani” – 1Pet 2:9 (bandingkan dengan. Kel 19:5,6); Why 1:6; 5:10; 20:6.
21. “Bangsa Kudus (dibedakan dari bangsa lain)” – 1Pet 2:9 (bandingkan dengan. Kel 19:6);
Yoh 11:52.
22. "Umat yang khusus dan dibayar dengan lunas” – Tit 2:14; 1Pet 2:9; Ef 1:14
(bandingkan dengan. Kel 19:6).
23. “Orang-orang Kudus” – Kis 9:13; 26:10; Rom 1:7; 16:15; 1Kor 1:2; 14:33; 2Kor 1:1; Ef
1:1; 4:11,12; Fil 1:1; 4:21; Kol 1:2; Gal 6:10; 1Tes 5:27.
24. “Saudara-saudari”– Ibr 3:1; Mereka 3:35; Rom 16:1; 1Kor 7:15; 9:5; 1Tim 5:2; Yak
2:15; 2Yoh 13.
25. “Yang terpilih” – Yoh 15:16,19; Ef 1:4; Kol 3:12; 1Tes 1:4; 1Pet 1:2; 2Pet 1:10.
26. “Pelayan Perjanjian Baru” – 2Kor 3:6 (ayat.6-11).

RUMAH PERJANJIAN BARU ADALAH SAKSI HIDUP
Persekutuan Perjanjian Baru Mesias adalah saksi hidup di bumi, memancarkan kemuliaan Tuhan. Mereka harus:
1. Hidup dalam kekudusan sebagai "perawan suci,” murni dan tidak bercacat, dipisahkan
dari dunia, ditunangkan ke satu suami, Yesus Kristus (Yoh 15:18,19; 17:16; Ef 5:23-32;
2Kor 11:2).
2. Membuat perbedaan sebagai “Garam dan Terang Dunia”– karakter dan kesaksian yang
meninggalkan dosa di bumi dan mencerminkan kemuliaan Kepala, Yesus Kristus (Mat
5:13-16).
3. Tinggal dengan setia di dalam Kristus (di dalam hubungan perjanjian) - Yoh 8:30-32;
15:1-6; 1Yoh 2:28 (“berdiam” dalam bhs Yunani = meno - tetap). Ini mencakup kesetiaan
di dalam hubungan perjanjian, memegang dan mentaati Firman, berjalan menurut iman
(Yoh 14:15,21-24; Gal 6:16) sebagai Israel milik Tuhan. Ini adalah hubungan “kamu di
dalamKu dan Aku di dalammu” yang Yesus bicarakan di dalam Yohanes 15:1-5 kepada
murid-murid gerejaNya.
4. Menghasilkan buah Roh (Yoh 15:7,8,16; Rom 6:22; 7:4; 14:17,18; Gal 5:16-26).
5. Mengambil bagian di dalam penderitaan Kristus - Mat 16:24-26 (Mat 19:27-30); Markus
10:28-30; Yoh 15:18,19; Fil 1:29; 2Tim 3:12; 1Pet 1:7-9; 2:19-23; 4:12-16; Ibr 13:12,13;
2Tim 2:12; Rom 8:17,18; 2Kor 4:16-18; 2Tes 1:3-5.
6. Mengutamakan Tuhan dalam segala hal, melepaskan yang lainnya - Kol 1:18; Luk 14:33.
a. Rela menyangkal dirinya - Luk 9:23-26.
b. Rela meninggalkan orang-orang yang dicintainya - Luk 14:25-27,33; Mat 10:32-39.
c. Rela melepaskan harta miliknya - Mat 19:16-30
7. Setia dan taat kepada Gembala yang sesungguhnya - Yoh 10:4,5,27; 1Pet 5:4.
8. Mengasihi saudara-saudara - Yoh 13:34,35; Rom 13:8-10; 1Pet 1:22; 1Yoh 3:10-24.

ANGGOTA RUMAH PERJANJIAN BARU TUHAN
Persekutuan lokal Tuhan Yesus Kristus terdiri dari:
1. Anggota yang setia (1Kor 12:18-20,24-26) – umat percaya yang dibaptis dengan benar
disebut “batu hidup”, “imamat kudus”, “imamat rajani” - 1Pet 2:5,9.
2. Orang-orang saleh yang ditunjuk oleh gereja untuk tugas khusus (1Tim 3:1-7):
a. Uskup/tua-tua– Penilik/gembala gereja 1Kor 12:28 (Luk 6:12-16); Ef 4:11-16; Titus
1:5.
b. Diaken (diakonos) adalah kata umum yang menjelaskan ‘pelayanan’ (diaconea =
‘pelayanan’) tetapi telah diterjemahkan sebagai ‘para diaken’ di dalam banyak versi
lainnya – Fil 1:1; 1Tim 3:8-13). Di dalam gereja Tuhan, ada saudara-saudara yang
terbukti setia dan rohani, dan ditunjuk untuk menjalankan tugas khusus atas nama
gereja. (Kis 6:1-3; Rom 16:1; Kol 1:23,25; 4:7; 1Tes 3;2; 1Tim 4:6. contoh Paulus &
Barnabas – Kis 11:27-30; 12:25).

Ketetapan Rumah Perjanjian Baru Tuhan
Kepada gereja Tuhan yang sesungguhnya diberikan dua ketetapan perjanjian Baru untuk dipenuhi dengan setia (1Kor 11:2) untuk mengingat Yesus Kristus, Sang Penebus dan Kepala sampai Ia datang kembali:
1. Baptisan – Yoh 4:1,2; Mat 28:19,20.
2. Perjamuan Tuhan - Mat 26:17-29; 1Kor 11:1,2, 17-34.

RUMAH PERJANJIAN BARU ADALAH PENJAGA KEBENARAN TUHAN - 1Timotius 3:15 (Mereka 13:32-37; Mat 28:18-20).
Alkitab adalah Buku Kebenaran Perjanjian (Perjanjian Lama dan Baru) ditulis oleh orang-orang di dalam perjanjian dengan Tuhan, untuk menuntun UMAT PERJANJIAN TUHAN di dalam perjalanan perjanjian mereka dengan Tuhan. Juga tertulis adalah Berkat Perjanjian Tuhan khususnya untuk umat PerjanjianNya
Misteri Kerajaan Tuhan dan berkat-berkat yang mengikutinya dijanjikan kepada umat Perjanjian Tuhan yang telah diberi Roh Kudus yang berdiam untuk memahami misteri ini (Mat 13:10-17; Luk 12:32; 1Kor 2:1-16). Yesus juga memberi kunci kerajaan Surga kepada institusi Perjanjian BaruNya, gereja sesungguhnyaNya (Mat 16:18,19; 18:17-20). Mereka menjaga perjanjian Kebenaran Kerajaan dengan mengajar, dan memberitakan Injil (Kabar Baik) Kerajaan hingga Ia (Mesias) datang kembali (Mat 24:14). Kunci Kerajaan Tuhan berbicara tentang kunci pengetahuan misteri Kerajaan di mana pemimpin rohani Israel telah hilangkan karena ketidaksetiaannya – Mat 23:13, lihat Luk 11:52.
Yohanes Pembaptis, Yesus Kristus, rasul dan gereja-gereja Tuhan, mengajarkan Injil Kerajaan Tuhan. Perumpamaan dan misteri Kerajaan yang diajarkan Yesus ke murid-muridNya dimulai dari Matius 13 hingga 25 (dan pasal perumpamaan lain di dalam kitab Injil) menyingkapkan ini. Pelajari ayat berikut ini untuk melihat pentingnya Injil atau Pesan Kerajaan: Mat 3:1,2; 4:17,23; 6:33; 9:35; 24:14; Kis 1:3; 8:12; 14:22; 19:8; 20:25; 28:23,31; 1Kor 6:9,10; 15:50,51; Gal 5:16-21; Ef 5:5; Kol 4:11; 1Tes 2:12; 2Tes 1:5; 2Tim 4:1,18; Ibr 1:8; 12:28; Yak 2:5; 2Pet 1:11; Why 1:9; 12:10. Tidak disebutkan dimanapun mengenai Injil Protestan tentang keselamatan dari neraka.
Hanya Roh Kudus bersama dengan Kebenaran Perjanjian dan Kerajaan dapat menyucikan dan menjaga gereja Tuhan dari masa jahat supaya menerima penghargaan warisan Kerajaan Kristus yang akan datang (Yoh17:17; Kis 20:32; Ef 5:26,27; 2Pet 1:1-12; 2Tim 4:18).

PENUTUP
Gereja Tuhan yang sesungguhnya dimulai dari gereja mula-mula di Yerusalem sejak Yesus Kristus selama pelayananNya di bumi. Yesus mengesahkan dan menunjuk perkumpulan pertama di Yerusalem untuk memuridkan, membaptis mereka di dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus dan untuk mengajarkan mereka untuk mempelajari semua hal yang diajarkanNya (Mat 28:18-20). Dari gereja mula-mula ini, telah lahir gereja-gereja lain di Yudea, Samaria, Damsyik, Antiokhia, dan di luarnya (Kis 9:31 dan seluruh buku Kisah Para Rasul).
Semua gereja di dalam Perjanjian Baru ditemukan dan dibangun atas dasar otoritas dan asal-usul ilahi, didirikan dengan pola Surgawi oleh Yesus Kristus sendiri. Hanya gereja yang dibangun di atas pola Alkitabiah dapat melaksanakan baptisan Alkitabiah. Tanpa baptisan Alkitabiah, gereja Tuhan tidak dapat didirikan. ‘Gereja’ atau ‘perkumpulan manusia’ yang tidak dibangun berdasarkan asal-usul dan otoritas ilahi TIDAK MENDAPATKAN janji Tuhan akan Roh Kudus. Tuhan TIDAK AKAN berdiam di mana IA tidak berkenan membuat namaNya berdiam di sana. Ia tidak akan menerima penyembahan dari institusi yang tidak sah, denominasi (Katolik atau Protestan) atau bahkan gereja dengan nama “Baptis” yang memiliki asal-usul, otoritas dan organisasi yang meragukan, karena mereka bukan gerejaNya yang sesungguhnya. Mereka yang menyembah Tuhan harus menyembahNya dalam Roh dan Kebenaran. Gereja sesungguhnya Tuhan adalah tempat kediaman Roh Kudus dan juga tiang dan dasar kebenaran.
Kristus tidak menjanjikan Roh Kudus untuk berdiam di dalam diri seseorang pada saat ia baru saja diselamatkan. Ini adalah doktrin sesat yang disebarluaskan oleh kaum Protestan. Mereka yang benar-benar bertobat dari dosa-dosa mereka dan percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat (Mesias) dan dicangkokkan (Rom 11:13-24; Gal 3:26-29; Kis 2:38) ke dalam posisi Perjanjian Baru Tuhan dan hubungan DI DALAM KRISTUS melalui baptisan Alkitabiah, menjadi anggota dan murid Yesus Kristus di dalam persekutuan Perjanjian Baru Tuhan. Hanya mereka yang mengambil bagian di dalam Rok Kudus. Mereka ini yang dipanggil umat Perjanjian Baru.
Julukan pertama kepada gereja Tuhan adalah “Kristen” (Kis 11:26). Nama “Kristen” telah digunakan sejak dulu untuk merujuk kepada mereka yang percaya Kristus supaya diselamatkan tetapi tidak berada di dalam gereja Tuhan. Ini adalah permulaan suram dari penggunaan asli di Alkitab. Istilah lain seperti “murid-murid,” “di dalam Kristus,” “orang-orang kudus,” dan beberapa yang disebuntukan lebih dahulu telah disalahgunakan oleh kaum protestan untuk menggambarkan orang yang pertama-tama percaya kepada Yesus sebagai Juruselamat.
Tahun berganti tahun, murid-murid gereja Tuhan yang sesungguhnya mandapat banyak julukan seperti: Novations, Donatists, Paterins, Montanists, Paulicans, Cathari, Waldenses, Arnoldists, Henricians, Bogomils, Albigenses, Anabaptists, dsb. Awal abad 16, mereka lebih dikenal dengan nama “kaum Baptis”. Namun, yang perlu diperhatikan adalah: tidak setiap gereja dengan nama “Baptis” adalah gereja yang sesungguhnya. Beberapa adalah gereja sesat yang memilih menggunakan nama “Baptis”. Gereja sesat tidak dapat menjadi gereja sesungguhnya tanpa otoritas dan organisasi yang benar. Yang lainnya, menyelaraskan diri dengan teologi Protestan telah meninggalkan imannya (Why 2:5; 3:16). Gereja sesungguhnya Tuhan Yesus Kristus masih tetap ada karena Tuhan Yesus sendiri berjanji bahwa IA akan menjaga institusi ilahiNya hingga Ia datang kembali (Mat 16:18; 28:20). Tidak dapatkah kita mempercayai janjiNya?

APAKAH RESPON ANDA?
Di dalam Efesus 2:10-16, Paulus menulis ke gereja Tuhan di Efesus menjelaskan tentang perbedaan menyolok ketika mereka dulunya “tanpa Kristus” (di luar perjanjian) dan ketika mereka “di dalam Kristus” (di dalam perjanjian). Tanpa Kristus berarti berada di luar tubuh Kristus, perkumpulan Perjanjian Baru Tuhan yang alkitabiah. Rasul Paulus menjelaskan mereka yang “di luar Kristus” sebagai orang asing di dalam persemakmuran Israel, orang asing dari janji Perjanjian, tidak memiliki pengharapan dan tanpa Tuhan di bumi. Gambaran tentang mereka yang tetap “di luar Kristus” (di luar Perjanjian “di dalam Kristus”) adalah suram dan tidak memiliki pengaharapan.
Ada keputusan yang anda harus buat, sebelum Tuhan dapat mengubah ini.Apakah anda mau mentaati Firman Tuhan dalam hal ini? (Luk 7:29,30; Mat 3:13-15; 21:23-27)? Apakah anda anggota dari gereja Perjanjian Baru yang alkitabiah? Apakah anda dibaptis secara alkitabiah? Mereka yang menerima baptisan yang tidak alkitabiah atau meragukan, perlu untuk mencari baptisan alkitabiah dan memasuki hubungan perjanjian sesungguhnya dengan Tuhan “di dalam Kristus” (Baca Kis 2:38,39; 19:1-7; Gal 3:26-29).